Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ibu Hamil Berisiko Alami Hipertensi Paru

Basuki Eka Purnama
29/11/2025 18:02
Ibu Hamil Berisiko Alami Hipertensi Paru
Ilustrasi(Freepik)

DOKTER Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Pencegahan dan Rehabilitasi Kardiovaskular Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI) dr. dr. Hary Sakti Muliawan, Ph.D., Sp.JP, Subsp.PRKv.(K) mengatakan bahwa ibu hamil berpotensi menjadi pasien yang berisiko terkena hipertensi paru.

"Ibu hamil itu memiliki risiko menjadi pasien hipertensi paru biasanya karena gumpalan darah yang bisa terjadi pascapersalinan," kata dokter yang juga merupakan anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, dikutip Sabtu (29/11).

Selain itu, lanjut Harry, ibu hamil memang kerap merasa sesak napas pada trimester tertentu, namun kondisi ini bila berlanjut hingga setelah melahirkan maka sebaiknya melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung atau paru.

Perempuan diakuinya menjadi pasien yang kerap menjadi pasien hipertensi paru, selain karena faktor genetik seperti penyakit jantung bawaan, penyakit autoimun, gangguan pada paru, namun juga berkaitan dengan faktor hormonal.

Perubahan yang terjadi pada perempuan hamil, kata dia, memicu imunitas sehingga terjadi hipertensi paru atau hipertensi pulmonal. 

Hary menambahkan bahwa perempuan menjadi kaum yang lebih lemah secara genetik terhadap gangguan imun sehingga selaras dengan gangguan autoimun.

"Makanya, pada populasi autoimun, seperti lupus itu pun sama perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki" ujarnya.

Lebih lanjut, pascamelahirkan, perempuan mengalami perubahan struktur jantung yang menyebabkan peningkatan gumpalan darah atau darah mengental, menyumbat aliran darah paru yang akhirnya menjadi penyebab umum hipertensi paru.

Hipertensi paru merupakan gangguan berupa tekanan darah tinggi yang terjadi pada pembuluh darah atau arteri paru yang menyebabkan jantung kanan bekerja lebih keras untuk memompa darah ke paru-paru.

Gangguan ini menyebabkan penyumbatan, penyempitan hingga merusak pembuluh darah paru yang pada akhirnya membuat pasien menjadi sesak napas, nyeri dada, kelelahan usai beraktivitas ringan hingga pusing. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik