Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTANYAAN sensitif tentang 'kapan hamil?' rasanya kerap kali diterima para wanita Indonesia yang telah menikah dan belum dikaruniai momongan. Padahal, sebagai manusia tentu kita tidak pernah tahu kepastian kapan seseorang dikaruniai buah hati.
Meskipun pertanyaan itu terlihat sederhana, tetapi tidak bisa dipungkiri ada beberapa perempuan yang tersinggung. Bahkan bisa sampai menganggu kondisi mental. Lantas bagaimana para wanita harus menyikapi pertanyaan-pertanyaan tersebut?
Psikolog Keluarga, Samanta Elsener, mengatakan perjalanan menjadi seorang ibu memiliki banyak sekali tantangan, salah satunya pertanyaan seputar kehamilan yang kerap dilontarkan orang lain. Pertanyaan-pertanyaan sensitif seperti itu dikatakan Samanta, kerap membuat sejumlah wanita Indonesia merasa takut untuk menjadi Ibu.
"Jadi, sebenarnya kita perlu meyakini terlebih dahulu kalau yang namanya orang bertanya, itu bukan karena mereka mau push kita untuk cepat-cepat melakukan hal tersebut. Mereka hanya cari topik pembahasan saja, small-talk orang Indonesia itu memang tentang privacy," tutur Samanta dalam acara peluncuran kampanye 'Siapa Takut Jadi Ibu' di Jakarta, Senin (21/4).
Lebih jauh Samanta mengatakan, karena pertanyaan itu bersifat small-talk dan santai, karenanya orang yang diberi pertanyaan tidak perlu menganggapnya dengan serius dan bisa dijawab dengan jawaban yang santai.
"Cari jawaban yang sebisa mungkin kita mencairkan suasana. Misalkan yang tanya adalah teman dekat kita atau orang yang sangat dekat, kita bisa balikin 'ih kepo banget deh'. Sesederhana itu," jelas Samanta.
Bila sudah menjawab dengan santai tapi tetap ada pikiran di kepala yang menganggu tentang pertanyaan tersebut, Samanta mengatakan bisa dicari tahu apa yang menganggu dari pertanyaan tersebut untuk memvalidasi ke diri sendiri agar tidak ada pikiran-pikiran yang menganggu.
"Kalau kita gak mau kasih jawaban karena misalnya, mau program tahun depan dan gak mau kasih tau siapa-siapa karena biar surprise, berarti kita gak perlu insecure dengan pertanyaan itu. Tapi kalau misalkan kita punya insecurity tersendiri tentang hal tersebut dan bingung untuk menjawabnya, don't take it (pertanyaan) personally," jelas Samanta.
Di tempat yang sama, Conten Creator Namira Adzani mengatakan bahwa dirinya merupakan salah satu orang yang masih kerap diberi pertanyaan 'kapan hamil?'. Namira yang sudah 5 tahun menikah namun belum mendapat momongan itu mengaku tidak menganggap pertanyaan tersebut secara serius
Disebutnya, setiap wanita memiliki perjalananya masing-masing untuk menjadi seorang ibu dan memiliki momongan dibutuhkan persiapan, karenanya dia lebih memilih untuk fokus ke persiapan untuk menyambut sang buah hati ketimbang memikirkan pertanyaan-pertanyaan tersebut
"Aku dan suami merasa ketika kita berkomitmen punya anak, itu adalah bentuk komitmen seumur hidup. Jadi banyak hal yang harus dipersiapkan juga, sehingga kalau aku baiknya fokus saja dengan hubungan bersama pasangan dan mempersiapkan bekalnya sebelum beneran punya anak," jelas Namira.
Berkaitan dengan masih adanya kekhawatiran menjadi Ibu yang datang dari lingkungan sekitar. Sebuah kampanye 'Siapa Takut Jadi Ibu' diluncurkan Prenagen, kampanye ini hadir untuk membantu para Wanita baik yang sudah menjadi seorang ibu atau akan menjadi ibu.
Mengambil momen dan semangat Hari Kartini pada 21 April, kampanye 'Siapa Takut Jadi Ibu' menjadi simbol ajakan dan motivasi bagi perempuan untuk berani lebih mengenal potensi diri dan melangkah dengan penuh percaya diri dalam menyambut dan menjalani kehamilan.
"Kami punya wadah yang namanya Prenagen Mommy Society dimana kita membentuk wadah bagi ibu dan juga calon ibu. Kalau sedang mengandung kadang ada perasaan pengi sharing-sharing soal kehamilan nah kita ada wadah itu di komunitas ini. Bahkan kita bisa berkonsultasi dengan dokter, misalkan bicara apa sih nutrisi yang perlu dikonsumsi saat lagu hamil atau sedang program hamil," terang Brand Group Manager Prenagen, Junita. (H-3)
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
BGN menegaskan prioritas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yakni memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebagai prioritas utama
Laporan terbaru NCHS menunjukkan tren kenaikan kasus sifilis maternal. Kenali risiko, gejala "senyap", dan cara melindungi janin dari infeksi mematikan.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
MENANGGAPI kasus bunuh diri seorang anak SD di NTT, psikolog anak, Mira Damayanti Amir, mengatakan bahwa kondisi ini mungkin dapat disebabkan oleh learned helplessness, ini penjelsannya.
Stres sebenarnya tidak selalu membawa dampak negatif. Dalam kadar tertentu, stres justru diperlukan untuk menjaga performa kerja agar tetap optimal.
Paparan berita negatif berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental. Psikolog menjelaskan risiko vicarious trauma dan cara mencegahnya.
RESOLUSI tahun baru sebaiknya dimulai dari target yang masuk akal agar proses menjalaninya terasa lebih ringan dan tidak berubah menjadi tekanan atau hukuman atas kekurangan pribadi.
Remaja saat ini lebih membutuhkan dukungan emosional dan pendampingan untuk menavigasi kompleksitas ruang siber.
DPR mendorong adanya keterlibatan ahli dan profesional dalam menanggulangi kasus bullying agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved