Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER penyakit dalam lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) Prof Em Yunir menyatakan kesehatan tubuh selama Lebaran bisa tetap dijaga apabila dilakukan dengan tepat dan tidak berlebihan.
"Selain mengatur pola makan, kita dapat melakukan latihan fisik yang teratur. Jadi usahakan atau manfaatkan saran dan perasaan yang ada di
sekitar rumah, tidak usah terlalu membeli khusus alat-alat yang kita rasa mungkin masih terlalu mahal," kata Em dalam diskusi daring,
Selasa (25/3).
Em menjelaskan hal pertama yang dapat masyarakat lakukan adalah mengatur pola makan. Masyarakat dianjurkan untuk menjaga asupan kalori dengan makan tiga kali sehari, dan dapat diselingi dengan buah-buahan dan sayur yang kaya akan vitamin dan mineral, beserta makanan lainnya.
Jika ingin mengonsumsi makanan yang biasa dihidangkan seperti opor, rendang atau ketupat, dianjurkan untuk tetap membatasi konsumsi makanan berlemak, kolestrol dan perhatikan porsinya.
Tujuannya yakni menghindari terjadinya penumpukan lemak yang dapat berakibat fatal pada organ vital serta kenaikan berat badan yang berujung pada obesitas.
"Sangat penting untuk mengetahui rasio dari komposisi makanan yang dikonsumsi," katanya.
Selanjutnya yakni melakukan latihan fisik dengan teratur yakni dengan durasi 30-45 menit dengan total durasi minimal 150 menit per minggu. Jeda antarlatihan juga tidak boleh lebih dari dua hari berturut-turut.
Bagi masyarakat yang ingin melakukan olahraga di rumah memiliki beberapa pilihan latihan, bisa mulai dari jalan cepat di sekitar rumah atau di dalam rumah selama kurang lebih 30-45 menit per hari.
Naik turun tangga juga bisa dijadikan salah satu latihan fisik di rumah. Latihan itu bisa dilakukan selama 10-15 menit dengan porsi dua sampai tiga kali per hari.
Latihan lain yang memiliki gerakan sederhana dan bisa dicoba adalah jumping jacks atau gerakan melompat sambil membuka tangan dan kaki lalu mengatupkannya kembali.
"Masyarakat juga bisa memilih squat atau sit-t stand, wall push up atau olahraga dengan menggunakan hula hoop," ujar Manajer Pendidikan
dan Kemahasiswaan Program Dokter Spesialis dan Subspesialis FK-UI itu.
Em menekankan olahraga yang dijalankan harus disesuaikan dengan umur dan anjuran dokter, terlebih bagi yang sudah lanjut usia maupun penderita komorbid.
Ia melanjutkan sebagai bentuk antisipasi, masyarakat juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan gula darah guna mengontrol kadar gula dalam darah tetap dalam rentang yang aman serta mendiagnosis adanya penyakit seperti diabetes.
"Sebenarnya puasa selama satu bulan dapat memperbaiki kondisi metabolisme tubuh, namun usai Ramadan, saat Lebaran dapat terjadi peningkatan gangguan metabolisme tubuh seperti gula darah tinggi, kolestrol, berat badan naik dan tekanan darah naik, sehingga perlu kita jaga betul," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Peran brand dalam sektor kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
HINGGA Februari 2026, belum ada kasus positif infeksi virus Nipah di Indonesia.
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Secara medis, perut kembung disebabkan oleh penumpukan gas di saluran pencernaan.
Di tengah antusiasme menjalankan ibadah puasa, masyarakat diingatkan untuk tetap memperhatikan pola makan, khususnya dalam mengonsumsi asupan manis saat berbuka.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved