Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) membagikan kiat-kiat yang bermanfaat bagi orangtua untuk menjaga anak tetap dalam kondisi sehat selama mengikuti perjalanan mudik Lebaran.
"Mudik merupakan tradisi tahunan yang dinantikan banyak keluarga, namun perjalanan jauh dapat meningkatkan risiko kesehatan anak. Faktor seperti perubahan cuaca, pola makan yang tidak teratur, serta kelelahan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan pada anak," kata Ketua Umum IDAI Piprim Basarah Yanuarso, dikutip Selasa (25/3).
Piprim mengatakan, selama perjalanan mudik, anak-anak rentan mengalami berbagai masalah kesehatan. Contohnya mengalami dehidrasi, terkena Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), gangguan pencernaan, mabuk perjalanan, hingga demam atau infeksi akibat kelelahan dan imun menurun.
Terdapat potensi pula bagi bayi terkena ruam popok dan iritasi kulit karena popok tidak diganti dalam durasi yang cukup lama.
Maka dari itu, sebelum melakukan perjalanan mudik, orangtua diharapkan sudah melakukan konsultasi pada dokter anak terkait dengan kondisi anak, terutama apabila anak mempunyai kondisi khusus sehingga risiko perburukan bisa diminimalisasi.
Pastikan kondisi anak dalam keadaan sehat dan telah membawa obat-obatan yang diperlukan selama perjalanan. Orangtua juga perlu menyiapkan makanan dan minuman yang sehat sebagai bekal agar tidak memberikan anak jajanan yang tinggi gula seperti dalam camilan kemasan atau karbohidrat cepat serap seperti roti tawar putih, biskuit atau nasi putih yang berlebihan.
"Lebih baik ya kita itu membawa bekal makanan sehat bergizi, terutama dari protein hewani seperti telur rebus, ikan goreng, rendang daging, dan lain-lain. Bisa juga bawa makanan tradisional seperti arem-arem atau lemper yang awet selama perjalanan," katanya.
Hal lain yang perlu disiapkan yakni pakaian yang nyaman dikenakan oleh anak-anak selama liburan, tentunya disesuaikan dengan kondisi cuaca dan suhu di tempat tujuan.
Piprim turut mengingatkan agar anak harus sudah mendapatkan imunisasi yang diperlukan sesuai dengan usianya sebelum bepergian.
Selama berada di perjalanan orangtua dianjurkan untuk selalu memastikan anak mendapatkan air minum yang cukup, sehingga tubuh mereka tetap terhidrasi dengan baik.
Jangan lupa untuk membawa masker guna menghindari paparan udara yang kotor dan membawa tisu basah, hand sanitizer atau sabun cuci tangan agar kebersihan keluarga tetap terjaga.
Piprim mengatakan sangat penting bagi anak mendapatkan istirahat yang cukup jika perjalanan jauh. Hal itu akan membantu imunitas anak selalu dalam keadaan baik dan tidak mudah terserang penyakit.
"Jangan lupa bantu anak beradaptasi ya, jelaskan tentang tujuan atau kondisi perjalanan agar anak tidak mengalami stres," ucap Piprim.
Terakhir apabila sudah sampai di tujuan dengan selamat, orangtua diminta untuk memberikan anak waktu istirahat yang cukup, hindari aktivitas berlebihan di hari pertama. Sebab, tubuh anak setelah perjalanan jauh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru baik dengan cuaca, suhu, udara dan jam tidur.
Berikan anak makanan yang bergizi agar nutrisi bisa selalu terpenuhi, serta perhatikan tanda penyakit. Ia menekankan jangan menunda waktu untuk melakukan konsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat jika gejala muncul atau anak tampak lemas, rewel berlebihan, tidak nafsu makan dan sulit tidur.
"Oleh karenanya saya ingin tambahkan, dalam hal ini pemerintah bisa ikut menyiapkan layanan kesehatan yang responsif sepanjang jalur mudik
dan ramah anak-anak," pungkas Piprim. (Ant/Z-1)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Peran brand dalam sektor kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
HINGGA Februari 2026, belum ada kasus positif infeksi virus Nipah di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved