Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM mudik Lebaran kali ini diprediksi akan meriah karena akan menjadi kesempatan pulang kampung pertama setelah pandemi covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ditiadakan.
Blogger spesialis perjalanan Kadek Arini, dalam keterangan pers, dikutip Senin (27/3), membagikan empat tips supaya anak tidak rewel selama perjalanan mudik.
Pertama, sesuaikan waktu perjalanan dengan jadwal tidur si kecil untuk mengurangi risiko anak rewel di perjalanan.
Jika bepergian dengan pesawat, Kadek menyarankan memilih waktu penerbangan sesuai dengan jam tidur siang anak.
Baca juga: Kemenpan-Rebiro Manut Cuti Bersama Lebaran Dimajukan
"Jadi, selama penerbangan itu dia ikut tidur, nggak nangis, nggak cranky. Terus, ketika landing, dia segar, deh, buat lanjut jalan-jalan," kata Kadek, yang memiliki anak berusia 11 bulan.
Kedua, bawa mainan dan makanan ringan kesukaan anak ketika bepergian supaya mereka terdistraksi dari rasa tidak nyaman akibat tekanan udara di pesawat.
Tips ketiga, Kadek menyarankan memilih tempat duduk yang tepat. Jika bayi masih berada di bawah enam bulan, dia merekomendasikan memilih kursi yang berada di dekat jendela.
Baca juga: Kemnaker Lakukan Koordinasi 3 Kementerian terkait Perubahan Jadwal Cuti Bersama
Posisi kursi di dekat jendela menurut Kadek akan lebih privat dan nyaman bagi orangtua yang harus menggendong anak selama perjalanan, misalnya tidak terganggu atau mengganggu penumpang sebelah yang ingin ke toilet.
Sebaliknya, ketika anak berusia balita, orangtua bisa memilih kursi dekat aisle atau lorong supaya anak lebih leluasa bergerak.
Keempat, pilih hotel yang strategis di lokasi tujuan, terutama dekat dengan transportasi umum supaya pergerakan lebih mudah.
Hotel yang dipilih pun harus ramah anak, yaitu kamar cukup luas supaya anak punya ruang gerak dan menyediakan beragam fasilitas untuk anak seperti boks bayi dan tempat bermain. (Ant/Z-1)
LEBARAN 2026 menjadi periode vital bagi ekonomi Indonesia yang ditandai dengan lonjakan tajam jumlah uang tunai yang beredar di masyarakat
Tradisi meriam bambu di Pidie saat Lebaran menarik ribuan wisatawan, memicu kemacetan panjang, dan berpotensi dikembangkan sebagai wisata budaya unik Aceh.
TRANS-Jakarta mencatat dalam dua hari pelaksanaan tarif khusus Rp1, 21–22 Maret 2026, operator transportasi publik itu mencatat lebih dari 1,1 juta pelanggan.
Fenomena post holiday blues atau penurunan suasana hati merupakan hal yang wajar.
Masakan bersantan masih layak dikonsumsi hingga hari ketiga Lebaran, asalkan teknik penyimpanan dan pemanasannya dilakukan dengan benar.
Promo ini menyasar layanan kelas eksekutif pada KA Sribilah Utama relasi Stasiun Medan menuju Stasiun Tebingtinggi, Kisaran, hingga Rantauprapat.
Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan kelancaran kendaraan yang masuk ke arah Jakarta setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi pada arus mudik.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
"Perubahan cuaca yang cepat juga perlu menjadi perhatian dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, termasuk aktivitas luar ruang seperti ibadah dan wisata."
BNPB memprediksi cuaca di Indonesia didominasi hujan ringan hingga sedang dalam tiga hari ke depan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan lebat dan angin kencang selama mudik Lebaran.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Perawat PMI Cabang Jakarta Timur, Ahmad Zulfikar, menjelaskan bahwa pemudik yang memeriksakan diri rata-rata mengeluhkan sakit kepala hebat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved