Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orangtua agar aktif mengajak anak melakukan aktivitas fisik agar anak terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh konsumsi gula berlebih seperti diabetes.
"Orangtua itu harus jadi role model, terutama dalam memberi contoh mengurangi konsumsi gula," kata Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Endokrinologi IDAI Prof Siska Mayasari Lubis, dikutip Rabu (27/11).
Siska menuturkan pengasuhan orang dewasa sebaiknya mendorong anak untuk aktif menggerakkan fisik mereka. Kegiatan tersebut dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan diri anak.
Pada anak usia tiga sampai lima tahun, orangtua dapat mengajak anaknya aktif bermain seperti melompat atau mengendarai sepeda roda tiga.
Kemudian, di usia enam sampai 17 tahun, aktivitas fisik dianjurkan dilakukan dalam porsi yang sedang hingga berat selama 60 menit atau lebih setiap harinya, termasuk melakukan aktivitas aerobik.
"Sebagian besar waktu 60 menit atau lebih setiap hari harus mencakup aktivitas seperti berjalan kaki, berlari atau apapun yang membuat jantung mereka berdetak lebih cepat. Setidaknya tiga hari seminggu harus mencakup aktivitas dengan intensitas yang kuat," kata Siska.
Kegiatan lain yakni melakukan penguatan otot termasuk aktivitas seperti memanjat atau melakukan push up minimal tiga hari seminggu, serta penguatan tulang seperti melompat atau berlari yang dilakukan minimal tiga hari seminggu.
Sementara, di dalam rumah, Siska meminta orangtua untuk membatasi camilan manis yang disediakan di rumah, sehingga anak tidak mengalami kecanduan gula.
Orangtua juga disarankan agar lebih sering mengajak anak makan bersama di meja makan dan menikmati makanan yang lebih sehat seperti sayur, buah dan makanan yang berprotein tinggi. (Ant/Z-1)
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Paparan gawai pada fase krusial pertumbuhan (usia 5 hingga 15 tahun) berisiko memicu gangguan tumbuh kembang yang menetap hingga dewasa.
Skrining pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati.
Fungsi pendengaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan bicara anak.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Saat ini, banyak platform telah menyediakan fitur kendali orangtua (parental control), namun belum semua orangtua memahami cara mengoperasikannya.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Keistimewaan yang didapat oleh anak sulung perempuan sering kali muncul dalam bentuk pemberian otonomi yang lebih besar.
Pendampingan orangtua selama film berlangsung sangatlah krusial untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada anak.
Menyaksikan tontonan yang tidak sesuai klasifikasi usia merupakan ancaman nyata bagi tumbuh kembang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved