Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orangtua agar aktif mengajak anak melakukan aktivitas fisik agar anak terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh konsumsi gula berlebih seperti diabetes.
"Orangtua itu harus jadi role model, terutama dalam memberi contoh mengurangi konsumsi gula," kata Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Endokrinologi IDAI Prof Siska Mayasari Lubis, dikutip Rabu (27/11).
Siska menuturkan pengasuhan orang dewasa sebaiknya mendorong anak untuk aktif menggerakkan fisik mereka. Kegiatan tersebut dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan diri anak.
Pada anak usia tiga sampai lima tahun, orangtua dapat mengajak anaknya aktif bermain seperti melompat atau mengendarai sepeda roda tiga.
Kemudian, di usia enam sampai 17 tahun, aktivitas fisik dianjurkan dilakukan dalam porsi yang sedang hingga berat selama 60 menit atau lebih setiap harinya, termasuk melakukan aktivitas aerobik.
"Sebagian besar waktu 60 menit atau lebih setiap hari harus mencakup aktivitas seperti berjalan kaki, berlari atau apapun yang membuat jantung mereka berdetak lebih cepat. Setidaknya tiga hari seminggu harus mencakup aktivitas dengan intensitas yang kuat," kata Siska.
Kegiatan lain yakni melakukan penguatan otot termasuk aktivitas seperti memanjat atau melakukan push up minimal tiga hari seminggu, serta penguatan tulang seperti melompat atau berlari yang dilakukan minimal tiga hari seminggu.
Sementara, di dalam rumah, Siska meminta orangtua untuk membatasi camilan manis yang disediakan di rumah, sehingga anak tidak mengalami kecanduan gula.
Orangtua juga disarankan agar lebih sering mengajak anak makan bersama di meja makan dan menikmati makanan yang lebih sehat seperti sayur, buah dan makanan yang berprotein tinggi. (Ant/Z-1)
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved