Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP anak memiliki mimpi untuk masa depan. Namun, bagi anak-anak yang didiagnosis dengan penyakit kritis, mimpi-mimpi tersebut sering kali terganggu oleh kenyataan pahit dari kondisi yang mereka hadapi. Anak-anak ini sering kali harus putus sekolah karena membutuhkan perawatan intensif, bahkan terpisah dari keluarga mereka. Kondisi tersebut tentu membawa kesedihan dan ketakutan.
Di balik setiap perawatan medis yang intensif, harapan menjadi kekuatan tak terlihat yang mampu menggerakkan hati, pikiran, dan tubuh untuk terus bertahan.
Bagi anak-anak ini, harapan bukan hanya sekadar angan-angan, melainkan bahan bakar yang menjaga semangat hidup tetap menyala. Ketika seorang anak yang sakit kritis percaya bahwa mereka bisa sembuh, harapan itu sering kali menjadi langkah pertama menuju keajaiban nyata.
Baca juga : Bahaya Autoimun pada Anak: Ketahui Gejala dan Cara Penanganan.
Penelitian menunjukkan bahwa harapan membawa berbagai manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan anak-anak dengan penyakit kritis serta keluarga mereka. Faktanya, 98% anak-anak yang menerima bantuan dari Make-A-Wish dan orangtua atau wali mereka setuju bahwa harapan memiliki peran penting dalam menghadapi penyakit kritis.
Kini, Make-A-Wish hadir di Indonesia dengan tujuan memberikan harapan yang sama kepada anak-anak penderita penyakit kritis di tanah air.
Melalui program ini, masyarakat Indonesia diberi kesempatan untuk terlibat dan mendukung misi mulia ini. Make-A-Wish Indonesia bergabung dengan jaringan global Make-A-Wish International, yang kini telah hadir di hampir 50 negara dan wilayah.
Baca juga : Imunisasi Jadi Kunci Cegah Penyebaran Polio
Sudah banyak harapan anak-anak yang diwujudkan oleh Make-A-Wish, seperti bertemu dengan artis idola mereka, bermain di pantai dengan konsep putri duyung, hingga mendapatkan fasilitas impian. Semua ini dilakukan demi memberikan secercah harapan dan kebahagiaan kepada anak-anak tersebut.
“Kita juga telah mewujudkan harapan dari anak-anak yang mempunyai penyakit kritis. Ada yang kami berikan laptop, diberikan pesta dengan tema yang mereka sukai, dan ada juga anak yang suka bernyanyi serta ingin berduet dengan Agnez Mo. Kita tahu bahwa Agnez Mo ini sulit sekali untuk dijangkau, tetapi tim kami berupaya untuk mewujudkan hal tersebut. Pada akhirnya, anak tersebut bisa bernyanyi bersama Agnez Mo, meskipun melalui panggilan video,” kata CEO Make-A-Wish Indonesia Imelda Tanoyo.
Di Indonesia, beberapa anak telah merasakan keajaiban dari Make-A-Wish. Salah satunya adalah Chelsea, seorang gadis berusia 17 tahun yang mengidap penyakit Astrocytoma, yang menyebabkan ia tidak bisa berjalan dan harus menjalani operasi berkali-kali.
Baca juga : Demam Berdarah Merebak, Lindungi Si Kecil dari Gigitan Nyamuk
Chelsea sangat suka bernyanyi, terutama lagu-lagu Agnez Mo, dan impiannya adalah bisa bernyanyi bersama sang idola. Make-A-Wish berhasil mewujudkan harapan tersebut, dan Chelsea akhirnya bisa berduet dengan Agnez Mo melalui panggilan video.
Tidak hanya Chelsea, ada juga Tama, seorang anak berusia 16 tahun yang mengidap Osteosarcoma. Awalnya, Tama bercita-cita menjadi pemain sepak bola, namun karena penyakitnya, ia harus kehilangan kakinya akibat amputasi.
Meski begitu, Tama tetap bersemangat untuk mencapai cita-citanya menjadi spesialis IT. Make-A-Wish memberikan Tama sebuah laptop agar ia bisa belajar lebih lanjut mengenai dunia IT.
Baca juga : ibis Bandung Trans Studio Peduli Hari Anak Nasional Kunjungi dan Berbagi Bersama YKAKI Bandung
Harapan-harapan yang terpenuhi ini memberikan semangat baru bagi anak-anak untuk fokus pada kesembuhan, agar mereka bisa mencapai impian mereka.
“Banyak data dan penelitian yang menunjukkan bahwa harapan memiliki dampak besar terhadap kesembuhan anak-anak yang menderita penyakit kritis. Bahkan, ada kasus di mana kemungkinan sembuh secara medis sangat tipis, namun harapan yang kuat mampu memotivasi anak untuk terus berjuang, meningkatkan imunitas mereka, dan pada akhirnya membantu proses kesembuhan,” jelas psikolog perkembangan anak dan kesehatan mental Ajeng Raviando.
“Kita perlu memberikan harapan dan mewujudkan harapan-harapan dari anak-anak yang mengalami penyakit kritis. Mungkin bagi mereka harapannya sederhana, seperti ingin bermain dengan teman-temannya atau ingin merasakan bagaimana rasanya jika tidak sakit. Hal-hal yang mungkin bagi sebagian orang tampak sepele, tetapi bagi anak-anak ini, hal tersebut bisa sangat membantu mereka untuk terus berupaya dan berjuang menghadapi penyakitnya,” tambah Ajeng.
Make-A-Wish Indonesia bekerja sama dengan dokter, perawat, pekerja sosial, dan keluarga untuk mengidentifikasi anak-anak berusia antara 3 hingga 17 tahun yang menderita penyakit kritis.
Organisasi ini kemudian menyesuaikan pengalaman harapan bagi setiap anak, memberikan mereka kesempatan untuk bermimpi besar dan mengalami sesuatu yang luar biasa.
Sebagai langkah awal, Make-A-Wish Indonesia bekerja sama dengan dua rumah sakit terkemuka di Jakarta, yaitu RS Kanker Dharmais dan RS Harapan Kita, untuk mengidentifikasi dan mendukung anak-anak yang memenuhi syarat.
Dengan fokus awal pada kedua rumah sakit ini, Make-A-Wish berupaya memastikan setiap harapan disesuaikan dengan kebutuhan anak, memberikan pengalaman yang berkesan dan bermakna selama perjalanan medis mereka. (Z-1)
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
GURU Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FKUI-RSCM, Prof Ari Fahrial Syam mengungkapkan terdapat beberapa penyakit yang sering muncul setelah lebaran.
DI balik suasana penuh kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri, penderita penyakit autoimun perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan
Obesitas sangat memengaruhi keseimbangan hormon, terutama pada perempuan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved