Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH bintang aneh yang muncul di langit 840 tahun lalu dan kemudian menghilang, baru-baru ini menunjukkan aktivitas baru. Hal ini memberikan para astronom wawasan berharga tentang fenomena bintang dalam ilmu astronomi.
Bintang itu adalah bintang tamu yang tercatat dalam dokumen sejarah dari Jepang dan Asia Lainnya pada tahun 1181, dan ditemukan kembali pada tahun 2021. Penelitian baru kini mengungkap karakteristik unik bintang dan proses di balik pembentukannya.
Pada tahun 1181, sebuah bintang baru yang terang muncul di konstelasi Cassiopeia. Dikenal sebagai 'bintang tamu', objek tersebut terlihat selama sekitar 180 hari sebelum menghilang dari pandangan. Objek ini dijelaskan dalam catatan dari periode Perang Genpei di Jepang, serta dalam dokumen sejarah Tiongkok dan Korea.
Baca juga : Sebuah Ledakan Kosmik Supermasif Bikin Bingung Para Astronom
Kecerahan bintang itu setara dengan kecerahan Saturnus pada puncaknya. Ini merupakan sebuah fenomena penting yang tercatat selama periode penuh gejolak yang ditandai dengan berdirinya keshogunan di Jepang.
Meski demikian, lokasi dan sifat pasti bintang tersebut tetap menjadi misteri selama berabad-abad hingga para astronom menemukan lokasinya pada 2021 dengan menggunakan catatan sejarah dan teknik observasi modern.
Di samping itu, Takatoshi Ko, seorang mahasiswa doktoral di Departemen Astronomi di Universitas Tokyo menjelaskan "Bintang ini tetap terlihat dengan mata telanjang selama sekitar 180 hari, hingga secara bertahap menjadi gelap dan menghilang."
Baca juga : Begini Cara Kerja Teleskop James Webb Melihat Masa Lalu Alam Semesta
Penemuan ini tidak hanya memberikan hubungan menarik antara pengamatan kuno dan ilmu pengetahuan kontemporer, tetapi juga menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut mengenai asal usul dan karakteristik bintang ini.
Bintang tamu yang kini dikenal dengan nama sisa supernova (SNR) 1181 ini merupakan hasil dari tabrakan antara dua katai putih. Supernova jenis ini, yang diklasifikasikan sebagai tipe Iax, tergolong langka dan melibatkan penggabungan dua bintang padat seukuran Bumi.
Berbeda dengan supernova biasa yang menghancurkan bintang-bintang yang bertabrakan, peristiwa ini meninggalkan satu katai putih yang berputar cepat. Penemuan SNR 1181 memungkinkan para peneliti mempelajari sisa-sisa supernova ini dan memahami hasil yang tidak biasa dari tabrakan dengan bintang tersebut.
Baca juga : Bagaimana Nasib Bumi jika Matahari Mati?
"Katai putih adalah inti bintang yang terbuka seperti Matahari yang telah mencapai akhir hidupnya. Tabrakan tersebut seharusnya memusnahkan keduanya, mengubah segalanya menjadi energi, tetapi sebaliknya, hal itu menghasilkan katai putih baru yang aneh, yang berputar sangat cepat pada porosnya," jelas penelitian tersebut.
Oleh karena itu, wawasan ini penting bagi para astronom karena menantang pemahaman konvensional tentang mekanisme supernova dan nasib katai putih. Dengan memeriksa sisa-sisa SNR 1181, para ilmuwan dapat mengumpulkan data berharga tentang proses fisik yang terjadi selama dan setelah peristiwa bintang langka ini.
Pengamatan baru menunjukkan bahwa angin bintang berkecepatan tinggi mulai bertiup dari permukaan sisa katai putih dalam 20 hingga 30 tahun terakhir. Fenomena ini tidak terduga karena angin bintang tidak langsung terlihat setelah peristiwa supernova.
Baca juga : Fenomenal, Astronom Temukan Bintang Gigantik Terjauh dan Tertua dari Bumi
“Jika angin mulai bertiup segera setelah SNR 1181 terbentuk, kami tidak akan mampu mereproduksi ukuran zona guncangan dalam yang diamati,” kata Ko.
“Namun, dengan mempertimbangkan timbulnya angin sebagai variabel, kami berhasil menjelaskan semua fitur yang diamati dari SNR 1181 dan mengungkap sifat misterius dari angin berkecepatan tinggi ini."
Simulasi komputer menunjukkan bahwa material yang jatuh ke katai putih mungkin telah meningkatkan suhu dan kepadatannya, sehingga menyebabkan angin bintang baru. Penemuan ini didukung oleh perhitungan numerik dari evolusi waktu wilayah di sekitar katai putih yang baru aktif.
Aktivitas ini menunjukkan bahwa katai putih mungkin bangkit kembali karena akumulasi material di permukaannya, yang mengaktifkan kembali proses pembakaran nuklir yang menghasilkan angin bintang yang diamati.
(dailygalaxy/Z-9)
Lubang hitam supermasif di galaksi J1007+3540 kembali aktif dengan ledakan plasma sejauh 1 juta tahun cahaya.
Fenomena astronomi langka akan kembali menghiasi langit dunia. Gerhana Matahari Total terlama pada abad ke-21 dipastikan terjadi pada 2 Agustus 2027.
Pernahkah Anda bertanya mengapa orbit planet berbentuk datar seperti piringan? Simak penjelasan ilmiahnya.
Penemuan langka sistem bintang V1298 Tau mengungkap fenomena unik di mana planet-planet muda memiliki kepadatan sangat rendah dan menyusut seiring waktu.
Simulasi terbaru mengungkap gravitasi Mars berperan vital dalam menstabilkan kemiringan sumbu Bumi dan mengatur siklus iklim jangka panjang (Milankovitch).
Peneliti temukan fenomena 'faint-end suppression' di mana jumlah galaksi kecil menyusut drastis. Simak bagaimana radiasi bintang purba menghambat pertumbuhan mereka.
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Para astronom tengah menyoroti sebuah peristiwa di alam semesta yang diduga sebagai superkilonova, jenis ledakan kosmik yang selama ini hanya ada dalam teori.
Ini adalah pertama kalinya para ilmuwan melihat CME dengan variasi suhu seperti itu pada bintang muda yang mirip Matahari. Temuan ini dianggap penting karena menunjukkan bahwa aktivitas
Dengan melatih kecerdasan buatan untuk memahami evolusi ledakan supernova dan menggabungkan wawasan tersebut dengan model fisika besar
Hambatan terbesar dalam mewujudkan perjalanan antarbintang ternyata bukan terletak pada kapal, mesin, ataupun bahan bakar.
Planet Jupiter dan Venus akan tampil dalam pertunjukan cahaya sebelum fajar, dan kali ini, pertunjukan itu akan ditemani oleh sang bintang paling terang: Sirius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved