Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Para astronom telah mengidentifikasi ledakan kosmik terbesar yang pernah diamati. Wujud ledakan itu berupa sebuah bola api berukuran 100 kali ukuran tata Surya kita yang tiba-tiba mulai berkobar di alam semesta yang jauh lebih dari tiga tahun lalu.
Sejauh ini, para astronom telah memiliki apa yang mereka anggap sebagai penjelasan yang paling mungkin mengenai ledakan tersebut, namun mereka menekankan diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami fenomena yang membingungkan tersebut.
Ledakan, yang disebut AT2021lwx, bukanlah kilatan paling terang yang pernah diamati di alam semesta. Rekor itu masih dipegang oleh ledakan sinar gamma pada Oktober lalu, yang disebut BOAT (Brightest Of All Time) atau cahaya terang abadi.
Philip Wiseman, ahli astrofisika di Universitas Southampton Inggris dan penulis utama studi baru, mengatakan AT2021lwx dianggap sebagai ledakan "terbesar" karena telah melepaskan lebih banyak energi selama tiga tahun terakhir daripada yang dihasilkan oleh ledakan cahaya singkat BOAT.
Wiseman, seperti dikutip AFP, Jumat (12/5) mengatakan bahwa itu adalah penemuan yang tidak disengaja.
Zwicky Transient Facility di California pertama kali melihat AT2021lwx saat mengamati langit secara otomatis pada tahun 2020. “Tapi (ledakan) itu pada dasarnya telah terjadi sampai diketahui oleh manusia pada tahun berikutnya, “ kata Wiseman.
Namun, ketika para astronom, termasuk Wiseman, melihatnya melalui teleskop yang lebih kuat barulah mereka menyadari apa yang ada di hadapan mereka.
Dengan menganalisis panjang gelombang cahaya yang berbeda, mereka mengetahui bahwa ledakan itu kira-kira berjarak delapan miliar tahun cahaya.
Melihat anyaknya kilatan cahaya baru lainnya di langit, yang berarti ledakan di belakangnya pasti jauh lebih besar. “Diperkirakan sekitar dua triliun kali lebih terang dari Matahari,” kata Wiseman.
Para astronom telah melihat beberapa kemungkinan penjelasan. Salah satunya adalah AT2021lwx adalah bintang yang meledak -- tetapi kilatannya 10 kali lebih terang daripada "supernova" yang terlihat sebelumnya.
Kemungkinan lain adalah apa yang disebut peristiwa gangguan pasang surut, ketika sebuah bintang terkoyak karena tersedot ke dalam lubang hitam supermasif (lihat grafis/ilustrasi). “Tapi AT2021lwx masih tiga kali lebih terang dari peristiwa itu,” ujar Wiseman yang mengatakan penelitian mereka tidak mengarah ke sana.
Satu-satunya peristiwa kosmik terang yang sebanding adalah quasar, ketika lubang hitam supermasif menelan sejumlah besar gas di pusat galaksi. Tapi, mereka cenderung berkedip dalam kecerahan, kata Wiseman, sedangkan AT2021lwx tiba-tiba mulai menyala dari nol tiga tahun lalu, dan masih berkobar. "Benda yang belum pernah kita lihat sebelumnya - muncul begitu saja," kata Wiseman. (M-3)
Teka-teki
Dalam studi baru, yang diterbitkan dalam Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, tim peneliti internasional menjabarkan apa yang mereka yakini sebagai skenario yang paling mungkin terjadi.
Teori mereka adalah bahwa awan gas tunggal yang masif – sekitar 5.000 kali lebih besar dari Matahari – secara perlahan dikonsumsi oleh lubang hitam supermasif. Namun Wiseman mengatakan bahwa dalam sains, tidak pernah ada kepastian. “Tim sedang mengerjakan simulasi baru untuk melihat apakah teori ini sepenuhnya masuk akal," tambahnya.
“Satu masalah bisa jadi lubang hitam supermasif berada di pusat galaksi -- untuk mennghasilkan ledakan sebesar ini, “kata Wiseman.
Tapi belum ada yang bisa melihat galaksi di sekitar AT2021lwx. "Itu benar-benar teka-teki," aku Wiseman.
Sekarang para astronom tahu apa yang harus dilakukan yakni menngamati langit lebih teliti apakah ledakan serupa lainnya telah terlewatkan. (M-3)
Secara keseluruhan, durasi gerhana dari awal fase penumbra hingga akhir akan berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Adapun durasi khusus pada fase totalitas
Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari.
Fenomena ini berpotensi memicu keruntuhan gravotermal, yaitu kondisi ketika inti halo terus memadat akibat aliran energi ke luar.
Megatsunami Greenland menjadi salah satu fenomena alam paling mengejutkan dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa ini bukan tsunami biasa.
Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan bergerak tepat di antara Bumi dan Matahari, menutupi piringan Matahari sepenuhnya.
Satelit Landsat 8 milik NASA menangkap gambar unik menyerupai manusia salju sepanjang 22 kilometer di Semenanjung Chukchi, Rusia.
Peneliti berhasil memetakan medan magnet galaksi Bima Sakti secara mendalam. Terungkap adanya anomali unik di Lengan Sagitarius yang mengalir berlawanan arah.
TELESKOP Luar Angkasa Hubble milik NASA kembali menghadirkan temuan penting dalam dunia astronomi.
Perbedaan kecepatan ini menciptakan tegangan magnetik yang luar biasa. Plasma yang bergerak lebih cepat di ekuator "menarik" garis-garis medan magnet.
Ilmuwan berhasil memetakan 669 juta galaksi menggunakan Dark Energy Camera (DECam).
Berdasarkan model cosmology yang umum, semestinya tidak ada perbedaan di berbagai tempat dan tampak konsisten ke segala arah.
Para astronom menemukan “objek gelap” misterius yang diduga merupakan gumpalan murni materi gelap terkecil yang pernah diamati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved