Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
POSISI Matahari, jantung tata surya kita, ternyata tidak berputar secara seragam. Fenomena yang dikenal sebagai rotasi diferensial ini terus menjadi fokus utama para astrofisikawan di seluruh dunia. Data terbaru dari instrumen Helioseismic and Magnetic Imager (HMI) milik NASA mengonfirmasi bahwa bintang ini berperilaku lebih seperti cairan yang kompleks daripada bola padat yang stabil.
Anomali Kecepatan di Garis Lintang Berbeda
Secara mekanis, Bumi berotasi sebagai satu kesatuan yang solid. Namun, Matahari adalah bola plasma raksasa yang terionisasi. Di wilayah ekuator, Matahari menyelesaikan satu putaran penuh hanya dalam waktu sekitar 25 hari. Sebaliknya, di wilayah kutub, kecepatan rotasi melambat drastis hingga memakan waktu 35 hari untuk satu siklus.
Perbedaan kecepatan ini menciptakan tegangan magnetik yang luar biasa. Plasma yang bergerak lebih cepat di ekuator "menarik" garis-garis medan magnet, menyebabkannya terpelintir dan akhirnya memicu fenomena bintik matahari (sunspots) serta semburan api matahari (solar flares) yang dapat mengganggu satelit komunikasi di Bumi.
Zona Takoklin: Garis Batas yang Menentukan
Penelitian berbasis helioseismologi—studi tentang gelombang suara yang merambat di dalam Matahari—menunjukkan bahwa rotasi tidak seragam ini hanya terjadi pada 30% bagian terluar Matahari, yang disebut zona konveksi.
Di bawah lapisan ini terdapat Takoklin, sebuah wilayah transisi tipis yang sangat krusial. Di bawah Takoklin, perilaku Matahari berubah total; bagian dalamnya berputar secara seragam layaknya benda padat. Para ilmuwan meyakini bahwa gesekan di lapisan Takoklin inilah yang menjadi "dinamo" utama penghasil medan magnet kuat Matahari.
Misteri Inti: Warisan Primordial yang Tersembunyi
Meskipun permukaan dan zona konveksi sudah terpeta dengan baik, bagian inti (core) Matahari tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan sepenuhnya. Beberapa studi dari tim riset internasional di Eropa menunjukkan indikasi bahwa inti Matahari mungkin berputar empat kali lebih cepat dibandingkan permukaannya.
Hipotesis utama menyatakan bahwa rotasi cepat ini adalah sisa-sisa momentum dari proses pembentukan Matahari 4,6 miliar tahun lalu. Karena inti terisolasi secara dinamis dari lapisan luar, ia tetap mempertahankan kecepatan aslinya sementara lapisan luar melambat akibat interaksi dengan angin surya. Jika data ini terkonfirmasi secara absolut dalam beberapa tahun ke depan, hal ini akan memaksa penulisan ulang buku teks mengenai evolusi bintang. (P-3)
Fenomena ini berpotensi memicu keruntuhan gravotermal, yaitu kondisi ketika inti halo terus memadat akibat aliran energi ke luar.
Berbeda dengan Bumi yang solid, Matahari berotasi dengan kecepatan yang bervariasi tergantung letak dan kedalamannya.
Pesawat Juno milik NASA menangkap fenomena letusan serentak di Io, bulan Jupiter. Energi yang dihasilkan mencapai 260 terawatt, mengungkap rahasia magma di bawah permukaannya.
Fakta mengejutkan datang dari dunia sains, Bumi juga memiliki sesuatu yang menyerupai “ekor” raksasa di luar angkasa.
Ilmuwan menemukan saluran plasma raksasa yang menghubungkan Tata Surya dengan ruang antarbintang. Struktur mirip wormhole ini memengaruhi aliran sinar kosmik dan perlindungan radiasi Bumi.
Ilmuwan berhasil memetakan 669 juta galaksi menggunakan Dark Energy Camera (DECam).
Berdasarkan model cosmology yang umum, semestinya tidak ada perbedaan di berbagai tempat dan tampak konsisten ke segala arah.
Para astronom menemukan “objek gelap” misterius yang diduga merupakan gumpalan murni materi gelap terkecil yang pernah diamati.
Dengan mengikuti cara galaksi-galaksi tersebut berkumpul selama miliaran tahun, para peneliti memperoleh pemahaman baru tentang bagaimana galaksi terhubung
Astronom telah merilis sebuah potret baru yang diperoleh melalui teleskop Hubble. Gambar tersebut menampilkan sebuah galaksi berkilauan yang dikenal dengan nama NGC 6000
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved