Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA ekuinoks Maret 2026 bertepatan dengan momentum Idul Fitri 1447 Hijriah yang dirayakan umat Muslim di Indonesia. Menariknya, dua organisasi Islam terbesar di Tanah Air, yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, menetapkan Hari Raya Idul Fitri pada tanggal yang berbeda, yakni 20 Maret 2026 dan 21 Maret 2026. Kedua tanggal tersebut berada dalam rentang terjadinya ekuinoks yang diperkirakan berlangsung pada 20-21 Maret.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa ekuinoks merupakan fenomena astronomi ketika Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Pada momen ini, hampir seluruh wilayah di Bumi mengalami durasi siang dan malam yang relatif sama.
Dalam konteks pelaksanaan Salat Idul Fitri, fenomena ekuinoks memiliki keterkaitan yang menarik, terutama dari sisi posisi Matahari. Salat Id biasanya dilaksanakan pada pagi hari setelah Matahari terbit hingga menjelang waktu Zuhur.
Saat ekuinoks, lintasan Matahari melintasi tepat di atas khatulistiwa, termasuk wilayah Indonesia yang berada di sekitar garis tersebut. Akibatnya, posisi Matahari pada pagi hari relatif lebih cepat meninggi dibandingkan hari-hari lain di luar periode ekuinoks.
Hal ini membuat intensitas cahaya Matahari terasa lebih terik sejak pagi, termasuk saat pelaksanaan Salat Id yang umumnya digelar di ruang terbuka seperti lapangan atau masjid besar. Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa kondisi ini bukanlah hal ekstrem atau berbahaya, melainkan fenomena alam yang normal terjadi setiap tahun.
Selain itu, pada saat mendekati tengah hari, masyarakat di wilayah Indonesia juga berpotensi mengalami fenomena “hari tanpa bayangan,” di mana bayangan benda tampak sangat pendek atau hampir tidak terlihat karena posisi Matahari yang berada tepat di atas kepala.
Ekuinoks merupakan peristiwa yang terjadi secara rutin dua kali dalam setahun, yakni menurut laman BMKG fenomena ini terjadi pada 20-21 Maret (Ekuinoks Maret) dan 22-23 September (Ekuinoks September). Pada Maret, Matahari tampak bergerak dari belahan Bumi selatan ke utara, menandai awal musim semi di belahan utara dan musim gugur di belahan selatan.
Di Indonesia yang beriklim tropis, dampak pergantian musim tidak terlalu ekstrem, tetapi tetap berpengaruh terhadap pola cuaca, termasuk perubahan arah angin dan distribusi curah hujan.
Bertepatannya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan fenomena ekuinoks Maret 2026 menjadi peristiwa menarik dari sisi astronomi. Meski Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama merayakan Lebaran pada tanggal yang berbeda, keduanya tetap berada dalam periode ekuinoks.
Fenomena ini tidak memengaruhi pelaksanaan ibadah, tetapi dapat dirasakan melalui kondisi siang dan malam yang seimbang serta posisi Matahari yang lebih tegak di atas wilayah Indonesia. Lebaran tahun ini pun menjadi momen unik yang mempertemukan peristiwa keagamaan dengan fenomena alam yang berlangsung rutin setiap tahun.
Sumber: BMKG.
Secara keseluruhan, durasi gerhana dari awal fase penumbra hingga akhir akan berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Adapun durasi khusus pada fase totalitas
Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari.
Fenomena ini berpotensi memicu keruntuhan gravotermal, yaitu kondisi ketika inti halo terus memadat akibat aliran energi ke luar.
Megatsunami Greenland menjadi salah satu fenomena alam paling mengejutkan dalam beberapa tahun terakhir. Peristiwa ini bukan tsunami biasa.
Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan bergerak tepat di antara Bumi dan Matahari, menutupi piringan Matahari sepenuhnya.
BMKG & BPBD Jatim lakukan modifikasi cuaca demi amankan mudik 2026. Hujan lebat turun hingga 70%! Cek detail operasi dan prakiraan cuaca terbaru di sini.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam menginformasikan prakiraan cuaca pada 20 dan 21 Maret 2026.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
BMKG merilis prakiraan cuaca Indonesia 21–23 Maret 2026 yang didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, masyarakat diminta mewaspadai
BMKG rilis peringatan gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan Indonesia 19-22 Maret 2026. Cek daftar wilayah dan imbauan keselamatan pelayarannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved