Selasa 28 Juni 2022, 09:48 WIB

Bagaimana Nasib Bumi jika Matahari Mati?

Devi Harahap | Weekend
Bagaimana Nasib Bumi jika Matahari Mati?

NASA
Planet Bumi

 

Matahari merupakan pusat dari Tata Surya yang selalu menyinari Bumi setiap hari hingga saat ini. Keberadaannya sangat penting bagi planet-planet yang mengorbit di sekelilingnya.

Matahari merupakan salah satu bintang yang memiliki energi. Namun, sama seperti bintang lainnya, Matahari memiliki batas usia. Lantas apa yang akan terjadi jika Matahari mati dan berhenti menyinari Bumi?

Sebuah sistem planet memiliki sebuah bintang atau Matahari yang menjadi induk atau pusat sistem planet tersebut. Ketika bintang atau Matahari mati maka planet-planet yang berada di sekitarnya akan mulai dikoyak dan dimakan oleh bintang tersebut. Fenomena predator planet ini tidak asing asing untuk bintang katai putih, yakni fase bintang saat berada di ujung masa hidupnya.

Untuk pertama kalinya, para astronom melihat salah satu dari bintang-bintang bernama G238-44 disebut yang disebut sebagai predator, telah menelan materi bagian dalam dan luar sistem planetnya pada saat bersamaan, hingga dalam jangkauan yang paling jauh sekalipun. Tampilan kanibalisme filial bintang ini masih terus diamati sampai saat ini.

Di atmosfer bintang G238-44, para astronom telah mendeteksi jejak unsur-unsur yang menunjukkan bahwa bintang mati baru-baru ini mengumpulkan material metalik dan berbatu. Seperti misalnya asteroid bagian dalam Tata Surya, serta material beku sedingin es yang dapat ditemukan di atmosfer sabuk Kuiper bagian luar Tata Surya.

“Kami belum pernah melihat kedua jenis material ini menyatu menjadi katai putih pada saat yang bersamaan,” kata fisikawan dan astronom Ted Johnson dari University of California Los Angeles seperti dilansir dari sciencealert.

“Dengan mempelajari katai putih ini, kami berharap bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang sistem planet yang masih utuh,” tambahnya.

Diketahu Katai putih merupakan tahap evolusi akhir bintang bermassa kecil dan menengah yang berukuran delapan kali massa Matahari. Saat bintang berevolusi, ia akan kehabisan bahan untuk melebur, kemudian mengembang hingga ukuran raksasa sebelum akhirnya meledak.  Inti bintang menjadi runtuh di bawah gravitasi untuk membentuk objek padat, bersinar terang dengan cahaya sisa panas.

Meskipun proses ini menyulitkan planet-planet yang mengorbit bintang tersebut, baru-baru ini, para astronom telah menemukan bukti yang menunjukkan bahwa beberapa bagian dari sistem planet yang mengorbit dapat bertahan hidup. (ScienceAlert.com/M-2) 

Baca Juga

MI

Kunto Aji dan Sederet Musikus Hip Hop Rilis Menjadi Indonesia

👤Fathurrozak 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 13:57 WIB
Menjadi Indonesia menjadi salah satu kampanye merayakan bulan kemerdekaan Indonesia pada...
HANDOUT / AFP

Ilmuwan Temukan Jejak Kaki Manusia dari Zaman Es di Amerika Utara

👤Adiyanto 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 13:19 WIB
Temuan ini memberi pencerahan baru tentang penghuni manusia paling awal di Amerika...
Dok. Pop Art Jakarta 2022

Yuk, Nikmati Karya Kreator Lokal di Pop Art Jakarta

👤Fathurrozak 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 21:06 WIB
Berlangsung mulai 13 Agustus, pameran yang menghadirkan antara lain Bumilangit dan Mice Cartoon ini dapat disimak secara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya