Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Teleskop Luar Angkasa Hubble milik NASA dan Badan Antariksa Eropa mendeteksi bintang tunggal terjauh dari Bumi, berjarak sekitar 12,9 miliar tahun cahaya.
Bintang yang dinamai Earendel dari bahasa Old English, atau 'Cahaya Pagi', itu diperkirakan berukuran 50 kali lipat dari Matahari dan jutaan kali lebih terang.
“Kami hampir tidak percaya. Biasanya pada jarak ini, seluruh galaksi terlihat seperti noda kecil, dengan cahaya dari jutaan bintang yang menyatu,” kata penulis utama jurnal, Brian Welch, seorang astronom di Universitas Johns Hopkins.
Dengan jarak 12,9 miliar tahun cahaya, artinya Hubble 'melihat' bentuk bintang merah membara itu pada saat alam semesta baru berusia kurang dari 1 miliar tahun --berdasar teori Dentuman Besar (Big Bang), atau periode yang disebut para astronom sebagai arunika kosmik (Cosmic Dawn).
“Galaksi yang menampung bintang ini telah diperbesar dan terdistorsi oleh lensa gravitasi menjadi bulan sabit panjang yang kami beri nama Busur Matahari Terbit, Biasanya pada jarak ini, seluruh galaksi terlihat seperti noda kecil, dengan cahaya dari jutaan bintang yang menyatu” lanjut Welch.
Dilansir dari National Herald india pada Kamis (31/3), penemuan ini menjanjikan untuk membuka era pembentukan bintang yang sangat awal yang belum dipetakan. Pada titik ini, para astronom tidak dapat menentukan apakah Earendel adalah bintang biner, meskipun sebagian besar bintang masif memiliki setidaknya satu bintang pendamping yang lebih kecil. Di alam semesta yang berkembang semakin cepat, semakin tinggi pergeseran merah, semakin cepat sumber cahaya menjauh dari kita.
Pengamatan dilakukan sebagai bagian dari Reionization Lensing Cluster Survey, atau RELICS, sebuah inisiatif Hubble yang dipimpin oleh rekan penulis penelitian Dan Coe dari Space Telescope Science Institute.
Para astronom di RELICS menggunakan lensa gravitasi, sebuah fenomena aneh di mana sebuah objek besar seperti gugus galaksi membelokkan dan memfokuskan cahaya dari objek yang lebih jauh. Efek pelensaan memperbesar bintang, gugus, dan galaksi yang jauh, menghasilkan gambar seperti busur.
Earendel bisa menjadi contoh pertama yang diketahui dari generasi pertama bintang yang tercipta setelah Big Bang jika secara eksklusif mencakup elemen fundamental hidrogen dan helium.
Teleskop Luar Angkasa Hubble, yang berusia 32 tahun, tidak mampu memecahkan masalah seperti itu, tetapi Teleskop Luar Angkasa James Webb, yang baru-baru ini diluncurkan, diharapkan dapat membantu.
“Dengan Webb, kami berharap untuk memastikan bahwa Earendel memang sebuah bintang, serta mengukur kecerahan dan suhunya,” kata Coe. (M-2)
Apakah Bumi punya ekor seperti Merkurius? Jawabannya ya! Ekor Bumi atau 'magnetotail' membentang 2 juta km, terbentuk dari plasma dan angin matahari. Simak penjelasan lengkap NASA dan ESA.
Pengamatan terbaru teleskop James Webb ungkap permukaan bulan-bulan kecil Uranus yang lebih merah, lebih gelap, dan miskin air dibandingkan satelit besarnya, serta menemukan satu bulan baru.
Melalui proyek baru yang diberi nama HOBI-WAN, ESA tengah menguji kemungkinan memanfaatkan senyawa yang terdapat dalam urine sebagai bahan dasar pembuatan protein untuk pangan antariksa.
Oktober 2025 jadi bulan penuh pesta kosmik dengan beragam fenomena langit setiap malam.
NASA mengumumkan menemukan 6.000 eksoplanet dalam waktu tiga dekade penelitian terhadap dunia di luar tata surya.
Keberhasilan peluncuran Satelit Nusantara Lima (SNL) menandai langkah penting Indonesia dalam memperkuat kapabilitas dan kredibilitasnya sebagai pemain utama di industri antariksa
Para astronom untuk pertama kalinya berhasil mendeteksi ledakan besar yang dilepaskan oleh sebuah bintang di luar tata surya.
Para astronom tengah menyoroti sebuah peristiwa di alam semesta yang diduga sebagai superkilonova, jenis ledakan kosmik yang selama ini hanya ada dalam teori.
Ini adalah pertama kalinya para ilmuwan melihat CME dengan variasi suhu seperti itu pada bintang muda yang mirip Matahari. Temuan ini dianggap penting karena menunjukkan bahwa aktivitas
Dengan melatih kecerdasan buatan untuk memahami evolusi ledakan supernova dan menggabungkan wawasan tersebut dengan model fisika besar
Hambatan terbesar dalam mewujudkan perjalanan antarbintang ternyata bukan terletak pada kapal, mesin, ataupun bahan bakar.
Planet Jupiter dan Venus akan tampil dalam pertunjukan cahaya sebelum fajar, dan kali ini, pertunjukan itu akan ditemani oleh sang bintang paling terang: Sirius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved