Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH studi baru-baru ini mengatakan meski semua orang menyadari manfaat olahraga bagi kekebalan tubuh, tiap individu harus menyesuaikan dengan aktivitas sehari-hari yang padat.
Dilansir dari Medical Daily, Selasa (9/4), pedoman Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan orang dewasa untuk setidaknya 150 menit aktivitas fisik sedang per minggu atau 75 menit aktivitas fisik berat untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
Namun, dari studi baru yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan utama American Physiological Society di Long Beach, California tersebut membawa harapan baru bagi orang-orang yang ingin membentuk kekebalan tubuh, namun tidak punya waktu yang cukup lama untuk berolahraga.
Baca juga : Aktif Bergerak Sejak Dini Bermanfaat di Kemudian Hari
Ternyata olahraga ringan selama 15 menit per hari dapat meningkatkan kekebalan dengan meningkatkan kadar sel pembunuh alami bernama raising natural killer (NK), sejenis sel darah putih yang berfungsi sebagai garis pertahanan awal sistem kekebalan.
Dijelaskan bahwa sel itu dapat menargetkan dan membunuh sel-sel berbahaya, bahkan tanpa paparan patogen sebelumnya. Ibaratnya, mereka mencari dan menghancurkan sel-sel yang terinfeksi, termasuk sel-sel kanker di dalam tubuh.
Hal tersebut sudah diketahui dalam studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa olahraga betul dapat meningkatkan kadar sel pembunuh alami dalam aliran darah, sehingga meningkatkan kekebalan tubuh.
Baca juga : Penderita Diabetes bakal Naik Dua Kali Lipat ke 1,3 Miliar
"Memobilisasi lebih banyak sel-sel ini dapat melindungi tubuh terhadap infeksi, mengurangi kemungkinan berkembangnya penyakit tertentu, dan membantu meningkatkan hasil penyakit dengan mengendalikan infeksi secara lebih efektif," kata penulis utama studi Rebekah Hunt dalam sebuah rilis berita.
Menurutnya, para peneliti perlu mengevaluasi 10 sukarelawan berusia 18 hingga 40 tahun, yang bersepeda intensitas sedang selama 30 menit dengan sepeda stasioner. Sebelum memulai setiap sesi dan dengan interval 15 dan 30 menit selama sesi, sampel darah diambil dari para sukarelawan.
Hasil pemeriksaan darah mereka menunjukkan sel pembunuh itu meningkat setelah 15 menit berolahraga, tetapi tidak meningkat lebih lanjut setelah 30 menit bersepeda.
"Potensi peningkatan sistem kekebalan tubuh ini mungkin sangat penting bagi penderita kanker, karena sel pembunuh alami diketahui dapat membunuh sel tumor. Berolahraga hanya beberapa menit sebelum melihat
peningkatan tersebut, dapat memberikan semangat bagi orang yang kesulitan menemukan waktu untuk berolahraga atau lebih memilih latihan yang lebih pendek," pungkas para peneliti. (Ant/Z-1)
Profesor dari Indiana University, Gabriel Filippelli, mengungkapkan bahwa terdapat bukti dengan menggunakan sepatu di dalam rumah dapat meningkatkan penyebaran kuman di rumah.
Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal KRI Canopus-936 dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Rudal dan drone Iran telah berulang kali menargetkan Doha, Dubai, Abu Dhabi, Manama, dan berbagai wilayah Arab Saudi.
Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan dilakukan secara teratur, gejala asma justru dapat lebih terkontrol dan kualitas hidup meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved