Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Perkuat Riset Maritim, KRI Canopus-936 Memulai Pelayaran Perdana dari Jerman ke Indonesia

Basuki Eka Purnama
14/3/2026 22:32
Perkuat Riset Maritim, KRI Canopus-936 Memulai Pelayaran Perdana dari Jerman ke Indonesia
KRI Canopus-936 saat akan bertolak dari Jerman menuju Indonesia(MI/Dok KBRI Berlin)

TNI Angkatan Laut resmi memulai babak baru dalam penguatan armada riset kelautan. Kapal Bantu Hidro-Oseanografi (BHO) terbaru, KRI Canopus-936, resmi dilepas untuk menjalani pelayaran perdana (delivery voyage) menuju tanah air dari galangan kapal Abeking & Rasmussen di Lemwerder, Bremen, Jerman, Sabtu (14/3).

Keberangkatan kapal riset modern ini menandai tonggak penting bagi Indonesia dalam meningkatkan kemampuan pemetaan maritim nasional. 

Setelah melalui serangkaian tahap pembangunan, uji fungsi (sea trials), dan persiapan operasional yang ketat, KRI Canopus-936 kini memasuki fase akhir sebelum bertugas penuh di bawah jajaran Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal).

Mengarungi Lintas Samudra

Pelayaran jarak jauh ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian nyata bagi kesiapan teknis kapal dalam menghadapi berbagai kondisi laut internasional. 

KRI Canopus-936 dijadwalkan menempuh rute strategis lintas samudra dengan beberapa titik singgah penting untuk keperluan logistik dan koordinasi diplomatik.

Adapun rute pelayaran internasional yang akan ditempuh meliputi:

  • Eropa: Lemwerder (Jerman) dan Las Palmas (Spanyol).
  • Afrika: Lagos (Nigeria) dan Cape Town (Afrika Selatan).
  • Samudra Hindia: Port Louis (Mauritius).
  • Indonesia: Lampung, sebelum akhirnya bersandar di Jakarta.

Selama perjalanan, tim teknisi dari pihak galangan kapal turut mendampingi untuk memastikan seluruh sistem sensor dan navigasi berfungsi optimal hingga tiba di tujuan.

Spesifikasi dan Misi Strategis

KRI Canopus-936 merupakan hasil kolaborasi teknologi antara galangan kapal Jerman, Abeking & Rasmussen, dengan PT Palindo Marine Shipyard asal Indonesia. 

Dirancang sebagai kapal hidro-oseanografi generasi terbaru, kapal ini memiliki dimensi panjang 105 meter, lebar 16 meter, dengan displacement (bobot isi) sekitar 3.650 ton.

Dengan kemampuan melaju hingga 16 knot, kapal ini dibekali daya tahan tinggi untuk operasi jangka panjang di laut lepas. Fokus utamanya mencakup misi-misi krusial seperti:

  1. Penelitian hidro-oseanografi dan pemetaan detail dasar laut.
  2. Penguatan keamanan maritim melalui ketersediaan data navigasi yang akurat.
  3. Dukungan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) bawah air.
  4. Operasi maritim jarak jauh.

Simbol Kemandirian Riset

Upacara pelepasan kapal di Jerman dihadiri oleh Koordinator Fungsi Politik KBRI Berlin dan perwakilan manajemen Abeking & Rasmussen. Kehadiran kapal ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian riset kelautan Indonesia serta meningkatkan kesiapan TNI AL dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan nasional.

Kehadiran KRI Canopus-936 di Jakarta nantinya akan mempertegas posisi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki kontrol penuh atas pemetaan dan data maritimnya sendiri di masa depan. (Z-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya