Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

PMSol Bawa Visi Maritim Indonesia ke Panggung ADIPEC 2025

Naufal Zuhdi
18/11/2025 10:45
PMSol Bawa Visi Maritim Indonesia ke Panggung ADIPEC 2025
Pertamina Marine Solutions berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam ADIPEC 2025.(PIS)

Pertamina Marine Solutions (PMSol), anak perusahaan dari Pertamina International Shipping (PIS), resmi berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2025. Kehadiran ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat representasi Indonesia di jaringan logistik dan maritim energi dunia.

Selama empat hari penyelenggaraan, ADIPEC mempertemukan pelaku utama sektor energi dan maritim global. Tim PMSol mengikuti berbagai agenda seperti pertemuan bisnis, forum diskusi, serta menerima kunjungan manajemen Pertamina Group. Di sana, PMSol memperkenalkan kapasitas maritim Indonesia sekaligus menjajaki potensi kemitraan internasional.

Dalam sesi konferensi bertema Shaping the Future of Maritime Logistics with Digital Technologies, Direktur PMSol, Dian Prama Irfani menegaskan bahwa digitalisasi maritim tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesiapan manusia yang menjalankannya. Ia menyebut bahwa inovasi seperti smart port, artificial intelligence (AI), digital twins, dan Just-In-Time port calls tidak otomatis menghasilkan transformasi bila sumber daya manusianya belum siap.

“Banyak inisiatif digital berhenti di tahap uji coba bukan karena teknologinya belum mumpuni, tapi karena kompetensi manusia belum berkembang. SDM adalah ‘operating system’ industri maritim, sementara AI dan data hanyalah aplikasinya,” ujar Irfani.

Ia menekankan bahwa keberhasilan transformasi digital membutuhkan tiga kemampuan utama, yaitu transformasi kognitif, kolaborasi manusia–mesin, dan ketahanan adaptif. Menurutnya, digitalisasi hanya akan berdampak optimal jika para pelaku industri memiliki pola pikir dan kesadaran etis yang serupa.

“Ketika algoritma menjadi hal biasa, kemampuan mengambil keputusan jadi pembeda. Saat otomatisasi meluas, etika justru menjadi strategi,” tambahnya.

Selama dua tahun terakhir, PMSol terus memperkuat bisnis inti sambil mempercepat digitalisasi operasional. Pengembangan kompetensi sumber daya manusia, khususnya talenta maritim nasional, menjadi salah satu fokus utama.

Menutup diskusinya di ADIPEC, Irfani menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat, sementara kualitas manusia menentukan hasilnya. “Technology transforms systems, but people transform performance. Masa depan logistik maritim bukan sekadar soal digitalisasi kapal dan pelabuhan, tetapi kesiapan manusianya,” tegasnya.

Keterlibatan PMSol di ADIPEC 2025 diharapkan membuka peluang kemitraan baru dan memperkuat kontribusi Indonesia dalam ekosistem maritim global. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya