Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Feng Shui Klasik dan Korelasinya dalam Sistem Pengelolaan Energi Modern

Despian Nurhidayat
12/2/2026 08:52
Feng Shui Klasik dan Korelasinya dalam Sistem Pengelolaan Energi Modern
ilustrasi(Anggara Treasures)

Dalam tradisi Tiongkok kuno, feng shui berkembang sebagai sistem penataan ruang berbasis pengelolaan energi (qi) untuk menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan kekuasaan. Prinsip-prinsip seperti orientasi bangunan, aliran energi, relasi antara langit, bumi,d an manusia (san cai), serta harmoni lima unsur (kayu, api, tanah, logam, air) menjadi fondasi penting dalam perencanaan istana, kota, hingga strategi pemerintahan pada masa kekaisaran. Feng shui klasik tidak sekadar mengatur estetika ruang, tetapi berfungsi sebagai alat stabilisasi sosial, kesehatan, dan keberlanjutan kekuasaan.

Pendekatan tersebut kini kembali dibaca dalam konteks modern, terutama ketika masyarakat urban menghadapi tekanan hidup, keterbatasan ruang, dan kebutuhan akan keseimbangan yang lebih rasional. Alih-alih dipahami sebagai kepercayaan simbolik semata, feng shui mulai ditempatkan sebagai sistem pengelolaan ruang dan energi yang dapat dianalisis, dipelajari, serta diterapkan secara kontekstual sesuai kebutuhan zaman.

Pemaknaan ulang atas prinsip-prinsip klasik inilah yang menjadi benang merah perayaan dua tahun perjalanan Anggara Treasures, yang digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026, di Jakarta. Momentum ini digunakan untuk merefleksikan bagaimana konsep feng shui kekaisaran, yang dahulu bersifat elitis, dapat diterjemahkan secara relevan bagi kehidupan personal maupun strategi bisnis masa kini, tanpa kehilangan akar filosofisnya.

Salah satu pendekatan yang diangkat adalah konsep reharmonisasi tanpa renovasi, yakni optimalisasi aliran energi ruang tanpa perubahan struktural besar. Dalam kerangka feng shui klasik, penyesuaian energi tidak selalu menuntut pembangunan fisik, melainkan pemahaman mendalam atas orientasi, fungsi ruang, serta interaksi unsur-unsur di dalamnya. Pendekatan ini dinilai lebih selaras dengan realitas masyarakat modern yang membutuhkan solusi praktis, berkelanjutan, dan efisien.

Founder Anggara Treasures, Rezza Anggara, menilai bahwa feng shui klasik sejatinya merupakan sistem strategis yang rasional jika dipahami secara utuh.

“Dalam sejarahnya, feng shui digunakan untuk menjaga stabilitas, kesehatan, dan kemakmuran. Prinsip itu tetap relevan hari ini, bukan sebagai mitos, tetapi sebagai sistem pengelolaan energi yang bisa dipelajari,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri oleh klien, praktisi, dan komunitas yang memiliki ketertarikan pada feng shui, BaZi, serta pengembangan diri berbasis energi. Selain menjadi ajang refleksi, peringatan dua tahun ini juga menandai fase baru pengembangan pendekatan edukasi dan transformasi digital, yang diharapkan dapat memperluas literasi publik terhadap feng shui sebagai sistem pengetahuan yang kontekstual dan aplikatif. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya