Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG bulan suci Ramadan, masyarakat Indonesia mulai bersiap melalui tradisi munggahan. Namun, di balik keriuhan makan bersama dan silaturahmi, tradisi ini menyimpan dimensi sosiologis yang mendalam sebagai penanda sosial dan pemulih harmoni komunitas.
Sosiolog sekaligus Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University, Dr. Ivanovich Agusta, menjelaskan bahwa munggahan bukan sekadar kebiasaan turun-temurun.
Tradisi ini merupakan strategi sosial untuk memperkuat solidaritas, memperbarui relasi, dan menjaga identitas budaya.
"Dari perspektif sosiologi, munggahan sebagai ritus sosial yang menandai peralihan menuju fase religius yang lebih intens. Tradisi ini berfungsi sebagai penanda waktu sosial (social marker) yang membantu masyarakat menyusun ritme kolektif: kapan memperbaiki diri, memulai disiplin ibadah, serta menguatkan komitmen moral bersama," jelas Ivanovich.
MI/HO--Sosiolog sekaligus Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University, Dr. Ivanovich AgustaSalah satu esensi terpenting dari munggahan adalah perannya sebagai mekanisme rekonsiliasi. Melalui momen ini, masyarakat didorong untuk saling memaafkan dan memulihkan keretakan hubungan dalam komunitas.
Ivanovich menilai interaksi tatap muka dan aktivitas berbagi dalam munggahan mampu menumbuhkan rasa kebersamaan atau "ke-kita-an" (sense of belonging).
Hal ini secara langsung mempertebal modal sosial yang terdiri dari kepercayaan, jaringan pertolongan, dan norma timbal balik.
Dalam lingkup keluarga, munggahan menyediakan ruang untuk memperbarui ikatan lintas generasi yang sering kali terfragmentasi oleh kesibukan kehidupan modern. Tak berhenti di keluarga inti, solidaritas ini pun meluas hingga ke tetangga dan komunitas sekitar.
Meski memiliki akar nilai yang kuat, Ivanovich mengakui adanya pergeseran makna seiring arus modernisasi. Di beberapa tempat, munggahan mulai terjebak dalam arus komodifikasi dan sekadar menjadi simbol status atau rutinitas seremonial.
"Media sosial mendorong orientasi tampil, sehingga makna kebersamaan bergeser menjadi representasi citra," katanya.
Beruntung, beberapa komunitas mampu beradaptasi dengan menyisipkan kegiatan sosial seperti sedekah, santunan, atau gotong royong. Tantangan terbesarnya saat ini adalah menjaga agar esensi kesederhanaan dan ketulusan tetap terjaga di tengah tren gaya hidup.
Menutup keterangannya, Ivanovich menekankan pentingnya menjaga otentisitas munggahan agar tidak menjadi tradisi yang eksklusif. Ia mendorong praktik yang inklusif dengan melibatkan kelompok rentan dan warga yang terpinggirkan.
Bagi generasi muda, ia berpesan agar munggahan dipahami sebagai sarana meningkatkan kualitas hubungan antarmanusia, bukan sekadar pengulangan kegiatan.
"Adaptasi boleh dilakukan pada tempat atau format, tetapi prinsip kesederhanaan, kepedulian, dan kebersamaan harus tetap dijaga," pungkasnya.
Dengan menjaga nilai-nilai tersebut, munggahan akan terus hidup sebagai tradisi yang relevan dan bermartabat dalam memperkuat identitas budaya masyarakat Indonesia. (Z-1)
Safari Dongeng Ramadan (SADORA) kembali digelar dengan menghadirkan sesi dongeng interaktif yang sarat nilai edukasi dan pesan moral.
Bank Mandiri kembali mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan
Menyemarakkan kehadiran bulan suci Ramadhan 1447 H dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 2026, The Sunan Hotel Solo menghadirkan kreasi unik berupa dekorasi Bedug Ramadhan.
Promo tersebut mencakup berbagai merek yang berada di bawah distribusi ATR Cycling, di antaranya United Bike, Genio Bike, Avand, KHE, serta komponen dari Shimano.
Pemberian santunan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, khususnya anak- anak yatim di lingkungan sekitar wilayah operasional bank bjb syariah
Kegiatan buka puasa bersama dengan 1.000 anak yatim digelar sebagai bagian dari komitmen berbagi kebahagiaan dan memperkuat kepedulian sosial selama bulan suci Ramadan.
Memasuki putaran kedua Ramadan, jangan biarkan iman kendor. Simak strategi praktis menjadi hamba Rabbani agar semangat ibadah tetap menyala hingga Syawal.
RAMADAN selalu datang dengan misi yang sama: jeda dari hiruk-pikuk kehidupan, kesempatan menata ulang batin, dan panggilan untuk memurnikan relasi manusia dengan Tuhan dan sesamanya
Ramadan adalah momentum terbaik untuk menyatukan kembali energi kebaikan lintas angkatan.
Agar tubuh tetap bertenaga dan fokus dalam beribadah, pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci krusial yang harus diperhatikan masyarakat.
Kunci utama menjaga kesehatan ginjal terletak pada pemenuhan cairan yang cukup.
Jika biasanya trafik memuncak saat jam kerja atau waktu santai di rumah, di bulan Ramadan, lonjakan utama justru terjadi saat dini hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved