Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, merayakan tradisi padusan menjelang Ramadan 1445 Hijriah di Objek Mata Air Cokro (OMAC), Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Klaten pada Minggu (10/3). Acara ini dihadiri oleh Bupati Sri Mulayni, Ketua DPRD Klaten, Forkopimda, Sekretaris Daerah, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Klaten.
Dengan tema Merti Raga Hanggayuh Resik Ing Jiwo, tradisi padusan dimeriahkan oleh kirab air dari 21 sumber di Klaten, gunungan sedekah bumi, dan sebar kue apam. Sebagai bagian simbolis dari padusan, Mas dan Mbak Duta Wisata Klaten 2023 juga turut diguyur air oleh Bupati Sri Mulyani dan Forkopimda.
Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten Sri Nugroho menyampaikan bahwa padusan di OMAC merupakan upaya untuk melestarikan warisan budaya Jawa yang bernilai tinggi. Menurutnya, tradisi padusan perlu dilestarikan agar tidak hilang dan dapat berkembang untuk generasi selanjutnya.
Baca juga : Sambut Ramadan, 17 Gunungan Hasil Bumi Diperebutkan Warga Kulon Progo
"Budaya padusan di OMAC, yang merupakan warisan budaya Jawa, perlu kita lestarikan, bahkan diharapkan tradisi siraman atau bersih-bersih diri ini dapat berkembang hingga generasi selanjutnya," ujarnya.
Bupati Sri Mulyani menyampaikan bahwa tradisi padusan bukan hanya sebagai bentuk renungan, tetapi juga merupakan upaya untuk melestarikan budaya dan meningkatkan ekonomi masyarakat di sektor pariwisata. Ia menekankan bahwa perayaan tradisi padusan adalah momen membersihkan diri dan berbagi keberkahan dengan sesama menjelang bulan suci Ramadan.
"Dalam perayaan tradisi padusan atau siraman yang digelar setiap tahun di OMAC, tujuannya adalah untuk membersihkan diri dan saling berbagi keberkahan dengan sesama menjelang puasa Ramadan," jelas Bupati Sri Mulyani.
Melalui tradisi padusan menjelang Ramadan, masyarakat Jawa di Kabupaten Klaten merasa lengkap dalam mempersiapkan diri memasuki bulan suci yang penuh berkah, dengan harapan dapat mendekatkan diri kepada Allah. Bupati Sri Mulyani mengajak seluruh masyarakat muslim di Kabupaten Klaten untuk mempersiapkan dan menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan meluruskan niat lillahi ta'laa. (Z-10)
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Puasa justru menjadi momentum terbaik untuk terapi lambung karena organ pencernaan mendapatkan waktu istirahat.
Ketidaksiapan mental sering kali memicu kecemasan saat menghadapi perubahan pola hidup selama sebulan penuh saat Ramadan.
Pemicu utama maag atau dispepsia adalah naiknya asam lambung akibat pola makan yang tidak terjaga.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
para pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah diberikan wadah untuk menampilkan karya tari yang memadukan musik modern dengan nilai-nilai budaya Indonesia.
Selain kemandirian finansial, standar sosial di Indonesia juga turut memperberat pertimbangan generasi muda untuk menikah.
Tradisi tabayyun di kalangan ulama dan warga NU telah lama familiar dan mengakar.
Sejarah makan siang di Indonesia sendiri adalah cerminan perjalanan sosial, ekonomi, dan budaya yang selalu berubah.
Dalam tradisi masyarakat tertentu di Indonesia, telur tembean (telur ayam yang sudah berisi bakal embrio dan dianggap “hampir menetas”) dipercaya sebagai makanan berkhasiat
Upacara adat Dola Maludu yang merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat kini resmi tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) oleh DJKI.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved