Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Tradisi Cuci Patung Jelang Imlek di Bangka

Rendy Ferdiansyah
12/2/2026 11:46
Tradisi Cuci Patung Jelang Imlek di Bangka
Umat Konghucu di Sungailiat, Bangka menjalankan ritual cuci patung dan bersih-bersih kelenteng menelang Imlek 2577 Kongzili(MI/Rendy Ferdiansyah)

SATU persatu patung-patung Dewa-Dewi di Kelenteng Kwan Tie Miaw Sungailiat Bangka Provinsi Bangka Belitung (Babel) diturukan dari altarnya.

Bukan untuk direnovasi atau diganti dengan yang baru, melainkan, patung-patung ini akan menjalani ritual cuci patung.

Tradisi ini merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada leluhur, dan dewa-dewa yang disembah serta sebagai simbol penyucian sebelum memasuki Tahun Baru Imlek.

Seperti Imlek 2577 Kongzili Tahun ini, puluhan patung mulai dari yang kecil hingga dewasa dicuci dan dimandikan hingga bersih.

Sebelum ritual cuci dan mandi patung ini dilakukan, terlebih dahulu air yang akan digunakan direndam dengan daun Pat Chau.

Bagi Umat Konghucu di Kabupaten Bangka, Daun Pat Chau merupakan daun bersih yang diyakni dapat menghilangkan segala kotoran dan dapat mengusir patung-patung seperti Tai Pe Kong, Dewi Kwan In dan lainya dari roh jahat.

"Bagi kami daun ini harus ada, karena daun ini melambangkan kesucian, dan dapat mengusir roh jahat," kata Poniman, Rohaniwan Kelenteng Kwan Tie Miaw Sungailiat Bangka, Kamis (12/2).

Air yang sudah direndam daun tadi, menurutnya, jangan langsung digunakan ke Patung, tetapi terlebih dahulu patung harus dibersihkan dengan cari sabu menggunakan kuasa.

"Usai dibersihkan dengan sabun, barulah air rendaman daun tadi perlahan dimandikan ke patung dewa dan dewi,"ujarnya.

Setelah ritual selesai, patung tadi jangan langsung ditempatkan ke altar masing-masing, tetapi  harus dijemur hingga kering, dan dilap dengan kain

"Kalau sudah selesai dan benar-benar bersih, barulah patung di kembalikan ke altarnya masing-masing," ungkap dia.

Selain ritual mandikan patung, umat Konghucu juga bergotong royong membersihkan semua sisi ruang sembahyang di kelenteng.

Sementara Wakil Ketua Kelenteng Kwan Tie Miaw, Rudianto Sandi mengaku Imlek 2577 Kongzili Tahun ini akan lebih semarak dan ramai dibandingkan Tahun sebelumnya.

Karena, lanjutnya, tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bangka memusatkan perayaan Imlek di Kawasan Pecinan dekat Kelenteng.

"Festival Harmoni Ceria Imlek, 12-16 Febuari di kawasan Pecinan akan semakin menyemarakan perayaan Imlek tahun ini," katanya.

Ia berharap perayaan Imlek 2577 Kongzili tahun Kuda Api ini, memberikan kesehatan, kemakmuran dan rizki melimpah kepada seluruh umat di Indonesia khususnya di Kabupaten Bangka.

"Memang ekonomi kita sedang tidak baik-baik saja, tapi kami berharap imlek tahun kuda api ini memberikan kesehatan, kemakmuran dan rizki melihat Bagi semua umat," ucapnya. (Z-1).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya