Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAYAAN Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tidak akan lengkap tanpa kehadiran Cap Go Meh. Sebagai puncak sekaligus penutup dari rangkaian tahun baru, Cap Go Meh menyimpan sejarah panjang ribuan tahun yang kini telah melebur menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Berdasarkan perhitungan kalender lunar, Tahun Baru Imlek jatuh pada tanggal 17 Februari 2026. Karena Cap Go Meh dirayakan tepat pada hari ke-15 setelah Imlek, maka Cap Go Meh 2026 jatuh pada Selasa, 3 Maret 2026.
Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien. Secara harfiah, Cap berarti sepuluh, Go berarti lima, dan Meh berarti malam.
Jadi, Cap Go Meh bermakna malam kelima belas. Di Tiongkok, perayaan ini disebut sebagai Yuan Xiao Jie (Festival Lampion) atau Shang Yuan.
Sejarah perayaan ini bermula pada masa Dinasti Han (206 SM-220 M). Pada awalnya, Cap Go Meh merupakan hari untuk melakukan upacara penghormatan kepada Dewa Thai Yi yang dianggap sebagai dewa tertinggi oleh penguasa saat itu. Upacara ini awalnya bersifat tertutup dan hanya dilakukan oleh kalangan istana.
Pada masa Dinasti Tang, tradisi ini berkembang menjadi lebih populer. Masyarakat mulai memasang lampion di depan rumah dan di jalanan sebagai simbol penerangan jiwa dan harapan agar tahun yang baru membawa keberuntungan.
Di Tiongkok, festival ini lebih dikenal dengan nama Yuan Xiao Jie atau Festival Lampion. Sejak saat itu, Cap Go Meh bertransformasi menjadi festival lampion yang meriah dengan berbagai pertunjukan seni seperti Barongsai dan Liong.
Masuknya etnis Tionghoa ke Nusantara sejak abad ke-15 membawa serta tradisi Cap Go Meh. Namun, di Indonesia, perayaan ini mengalami adaptasi budaya yang sangat kental dengan kearifan lokal:
Sajian ini adalah bukti nyata akulturasi. Masyarakat Tionghoa di Jawa mengadaptasi masakan lokal seperti opor ayam dan sayur lodeh yang disajikan dengan lontong. Bentuk lontong yang panjang melambangkan panjang umur, sementara kuah kuning kunyit melambangkan kemakmuran.
Baca juga: Sejarah Barongsai Asal-Usul, Makna, Perkembangannya di Tiongkok dan Indonesia
Singkawang menjadi pusat perayaan Cap Go Meh terbesar di Asia Tenggara. Tradisi Tatung, yang melibatkan ritual pembersihan kota dari roh jahat oleh orang-orang yang terpilih, merupakan perpaduan unik antara kepercayaan Tionghoa dan tradisi lokal Dayak.
Tarian singa dan naga ini kini tidak hanya dimainkan oleh warga keturunan Tionghoa, tetapi juga oleh berbagai suku lain di Indonesia, menjadikannya simbol persatuan dan toleransi.
Baca juga: Sejarah Awal Perayaan Imlek Legenda, Tradisi, Perkembangannya di Tiongkok
| Istilah | Makna |
|---|---|
| Cap | Sepuluh |
| Go | Lima |
| Meh | Malam |
Cap Go Meh 2026 pada 3 Maret mendatang bukan hanya sekadar akhir dari perayaan Imlek, melainkan momen pengingat akan pentingnya harmoni dalam keberagaman. Dari ritual Dinasti Han hingga menjadi festival budaya di Indonesia, Cap Go Meh terus berevolusi namun tetap menjaga esensi utamanya: harapan akan masa depan yang lebih terang.
Baca juga: Jarang Terjadi Mengapa Tahun Kuda Api 2026 Disebut Tahun paling Dinamis
Apakah Cap Go Meh 2026 hari libur? Tidak, hanya Imlek yang menjadi hari libur nasional.
Apa perbedaan Imlek dan Cap Go Meh? Imlek adalah hari pertama tahun baru, sedangkan Cap Go Meh adalah hari ke-15 sekaligus penutup rangkaian perayaan.
Mengapa identik dengan lampion? Lampion melambangkan cahaya, harapan, dan masa depan yang terang.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Pemprov DKI gelar Perayaan Imlek Jakarta 2026 sepanjang Februari–Maret di Bundaran HI, Monas, TMII hingga Kota Tua untuk dorong pariwisata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved