Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Sejarah Barongsai: Asal-Usul, Makna, Perkembangannya di Tiongkok dan Indonesia

Media Indonesia
16/2/2026 14:50
Sejarah Barongsai: Asal-Usul, Makna, Perkembangannya di Tiongkok dan Indonesia
Ilustrasi.(Freepik)

SETIAP kali perayaan Tahun Baru Imlek tiba, dentuman tambur yang ritmis dan gemerincing simbal selalu menjadi magnet bagi masyarakat. Di tengah keriuhan itu, sosok singa berwarna cerah melompat lincah di atas tonggak, memukau mata penonton dari berbagai kalangan.

Namun, tahukah Anda bahwa Barongsai bukan sekadar hiburan visual? Kesenian ini menyimpan sejarah ribuan tahun, melewati masa-masa sulit pelarangan, hingga akhirnya diakui sebagai salah satu cabang olahraga prestasi yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Asal-Usul Barongsai: Antara Legenda Nian dan Hadiah Diplomatik

Secara historis, singa bukanlah hewan asli Tiongkok. Kehadiran sosok singa dalam budaya Tionghoa bermula pada masa Dinasti Han (205 SM – 220 M) melalui jalur perdagangan Jalur Sutra. Para utusan dari Asia Tengah membawa singa sebagai hadiah untuk kaisar, yang kemudian memicu imajinasi seniman lokal untuk menirukan gerak-gerik hewan perkasa tersebut.

Baca juga : Mengenal Monster Nian Legenda dan Asal-usul Tradisi Tahun Baru Imlek

Legenda Nian: Cerita rakyat yang paling populer menceritakan tentang monster bernama Nian yang sering meneror desa di setiap pergantian tahun. Penduduk desa menyadari bahwa monster tersebut takut pada warna merah dan suara keras. Dengan menggunakan kostum menyerupai singa dan membunyikan alat musik dengan keras, mereka berhasil mengusir Nian.

Perbedaan Barongsai Utara vs Selatan: Mana yang Sering Anda Lihat?

Dalam perkembangannya, tarian singa ini terbagi menjadi dua aliran besar yang memiliki karakteristik fisik dan gerakan yang sangat berbeda:

1. Barongsai Utara (Beifang Shizi Wu)

Barongsai jenis ini lebih banyak ditemukan di wilayah Tiongkok Utara. Penampilannya sangat mirip dengan singa asli dengan bulu yang lebat dan panjang (biasanya berwarna emas atau merah). Gerakannya sangat akrobatik, sering kali melibatkan aksi berguling dan melompat seperti hewan asli.

Baca juga : Sejarah Awal Perayaan Imlek Legenda, Tradisi, Perkembangannya di Tiongkok

2. Barongsai Selatan (Nanfang Shizi Wu)

Aliran inilah yang paling populer di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Berasal dari provinsi Guangdong, Barongsai Selatan memiliki ciri khas berupa tanduk di kepala dan warna yang lebih bervariasi. Gerakannya lebih simbolis dan ekspresif, fokus pada emosi singa seperti rasa ingin tahu, marah, atau gembira.

Jejak Barongsai di Indonesia: Akulturasi dan Masa Kelam

Nama Barongsai sendiri adalah bukti nyata akulturasi budaya di Nusantara. Kata Barong merujuk pada kesenian topeng lokal (seperti Barong Bali atau Jawa), sedangkan Sai berasal dari bahasa Hokkien yang berarti singa. Perpaduan istilah ini hanya ditemukan di Indonesia.

Kesenian ini sempat mengalami masa sulit selama era Orde Baru (1967-1998). Melalui Instruksi Presiden (Inpres) No. 14 Tahun 1967, segala bentuk manifestasi kebudayaan Tionghoa dilarang dipertunjukkan di ruang publik. Titik balik terjadi pada tahun 2000, ketika Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mencabut larangan tersebut melalui Keppres No. 6 Tahun 2000.

Baca juga : Jadwal Imlek 2026, Sejarah, dan Makna Shio Kuda Api Lengkap

Dari Tradisi ke Prestasi: Menjadi Cabang Olahraga Resmi

Memasuki tahun 2026, posisi Barongsai di Indonesia semakin solid. Sejak tahun 2013, Barongsai secara resmi diakui sebagai cabang olahraga prestasi oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Di bawah naungan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI), atlet-atlet Indonesia telah berkali-kali menyabet gelar juara dunia.

Kategori Lomba Fokus Penilaian
Nomor Tradisional (Lantai) Ekspresi, koreografi, dan keselarasan musik.
Nomor Tonggak (Internasional) Ketangkasan fisik, kesulitan lompatan, dan teknis.

Simbolisme dalam Barongsai

Setiap elemen dalam Barongsai memiliki makna filosofis. Cermin di dahi berfungsi untuk memantulkan energi negatif, sementara tanduk melambangkan regenerasi dan perlindungan. Gerakan memakan selada (Chai Chin) melambangkan proses mendapatkan kemakmuran atau keberuntungan bagi pemilik rumah atau tempat usaha.

Baca juga: Mengenal Monster Nian Legenda dan Asal-usul Tradisi Tahun Baru Imlek

Cara Menikmati Pertunjukan Barongsai

Bagi Anda yang ingin menyaksikan atraksi ini, berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Perhatikan Interaksi: Barongsai sering kali berinteraksi dengan penonton. Memberikan angpao (Lay See) dipercaya akan membawa keberuntungan bagi pemberinya.
  2. Simbolisme Sayuran: Jika melihat Barongsai memakan selada (Chai Chin), itu melambangkan kemakmuran yang sedang dikumpulkan.
  3. Hormati Tradisi: Meskipun kini menjadi olahraga, banyak tim yang masih melakukan ritual doa sebelum tampil. Tetaplah menjaga etika di sekitar area pertunjukan.

Baca juga: Jarang Terjadi Mengapa Tahun Kuda Api 2026 Disebut Tahun paling Dinamis

People Also Ask (FAQ)

  • Apa perbedaan Barongsai dan Liong? Barongsai adalah tarian singa (2 pemain), sedangkan Liong adalah tarian naga yang dimainkan oleh 9 orang atau lebih dengan tubuh yang panjang.
  • Mengapa Barongsai selalu berwarna merah? Warna merah melambangkan keberuntungan dan dipercaya dapat menakuti roh jahat.
  • Apakah Barongsai hanya untuk orang Tionghoa? Tidak, saat ini Barongsai di Indonesia dimainkan oleh atlet dari berbagai latar belakang etnis dan agama.
  • Apa fungsi cermin di dahi Barongsai? Cermin tersebut dipercaya untuk memantulkan energi negatif atau menakuti roh jahat yang melihat bayangannya sendiri.
  • Kapan Barongsai mulai masuk ke Indonesia? Diperkirakan sejak abad ke-17 seiring dengan gelombang migrasi masyarakat Tiongkok Selatan.
  • Siapa yang menaungi Barongsai di Indonesia? Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) di bawah KONI.
  • Apakah Barongsai termasuk bela diri? Ya, dasar gerakan Barongsai sangat kuat dipengaruhi oleh teknik Kungfu atau Wushu.

Baca juga: Tabel Shio 2026 Lengkap dan Karakteristik Kuda Api yang Energik

Perjalanan Barongsai adalah kisah tentang ketahanan budaya. Sebagai warisan yang kini menjadi olahraga prestasi, Barongsai terus mengingatkan kita akan pentingnya menjaga tradisi sambil terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik