Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAYAAN Tahun Baru Imlek, yang juga dikenal sebagai Festival Musim Semi (Chunjie), adalah perayaan paling penting dalam kebudayaan Tionghoa. Di balik kemeriahan lampion merah dan suara kembang api, tersimpan sejarah panjang yang membentang lebih dari 3.500 tahun.
Perjalanan Imlek adalah cermin evolusi peradaban Tiongkok, mulai dari kepercayaan mitologi kuno hingga menjadi fenomena sosial-ekonomi global yang kita saksikan saat ini.
Fakta Sejarah: Nama Imlek yang populer di Indonesia berasal dari dialek Hokkien Yin Li yang secara harfiah berarti Kalender Bulan. Di Tiongkok daratan, perayaan ini lebih dikenal sebagai Chunjie atau Festival Musim Semi.
Asal mula Imlek tidak bisa dilepaskan dari legenda Monster Nian. Menurut kepercayaan kuno, Nian adalah makhluk buas yang muncul setiap akhir tahun untuk memangsa ternak dan manusia. Penduduk desa hidup dalam ketakutan hingga mereka menemukan rahasia untuk mengusir makhluk tersebut.
Nian ternyata sangat takut pada warna merah, cahaya terang, dan suara ledakan yang keras. Itulah sebabnya, hingga hari ini, dekorasi berwarna merah, lentera, dan petasan menjadi elemen wajib dalam perayaan Imlek. Tradisi ini pada awalnya bukanlah sekadar pesta, melainkan bentuk pertahanan diri kolektif untuk mengusir kesialan dan ancaman monster tersebut.
Secara historis, perkembangan Imlek dapat dibagi dalam beberapa fase dinasti besar di Tiongkok:
Setiap elemen dalam perayaan Imlek membawa filosofi keberuntungan dan pemulihan. Warna merah melambangkan energi, kebahagiaan, dan keberuntungan. Tradisi makan malam reuni (Chunyun) dianggap sebagai momen sakral untuk mempererat tali persaudaraan.
Pemberian angpao juga memiliki sejarah panjang. Dahulu, orangtua memberikan koin yang diikat dengan benang merah untuk melindungi anak-anak dari roh jahat bernama Sui.
Di era modern tahun 2026, pemberian uang tersebut telah bertransformasi ke dalam sistem digital. Transaksi menggunakan mata uang rupiah di Indonesia atau mata uang lokal lain menjadi bagian dari kemudahan teknologi.
| Simbol Imlek | Makna Filosofis |
|---|---|
| Ikan (Yu) | Melambangkan kelimpahan dan rezeki berlebih. |
| Kue Keranjang | Melambangkan pendapatan dan posisi yang lebih tinggi setiap tahun. |
| Jeruk Mandarin | Melambangkan emas dan kemakmuran. |
Memasuki era modern, perayaan Imlek di Tiongkok telah mencapai skala global. Fenomena Chunyun atau migrasi manusia terbesar di dunia terjadi setiap tahun saat warga Tiongkok pulang ke kampung halaman.
Selain itu, teknologi telah mengubah wajah Imlek. Angpao digital kini lebih populer dibandingkan amplop fisik di kota-kota besar.
Namun, esensi dari Imlek tetap sama yaitu penghormatan kepada masa lalu dan harapan cerah untuk masa depan.Selain itu, pengaruh budaya Imlek kini telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda, menjadikannya perayaan yang dihormati secara internasional.
Warna merah dipilih berdasarkan legenda Monster Nian yang takut pada warna tersebut. Merah juga melambangkan elemen api yang dipercaya dapat mengusir energi negatif.
Tanggal Imlek ditentukan berdasarkan kalender lunisolar, biasanya jatuh di antara tanggal 21 Januari hingga 20 Februari setiap tahunnya.
Keduanya merujuk pada hal yang sama. Imlek adalah istilah yang populer di Indonesia (berasal dari dialek Hokkien). Festival Musim Semi adalah terjemahan resmi dari Chunjie yang digunakan di Tiongkok daratan.
Sejarah Imlek adalah narasi tentang ketahanan dan adaptasi. Dari ketakutan terhadap monster mitologi hingga menjadi festival budaya yang menggerakkan ekonomi global, Imlek membuktikan bahwa tradisi yang kuat adalah tradisi yang mampu relevan dengan zaman. Perayaan ini terus menjadi pengingat akan pentingnya keluarga, rasa syukur, dan optimisme.
PENAFIAN
Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved