Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Memadukan Tradisi dan Modernitas, Kompetisi Tari Nasional Inspirasi Diri Jaring Ratusan Talenta Muda

Basuki Eka Purnama
10/2/2026 17:22
Memadukan Tradisi dan Modernitas, Kompetisi Tari Nasional Inspirasi Diri Jaring Ratusan Talenta Muda
Kompetisi tari bertajuk Inspirasi Diri(MI/HO)

AJANG kompetisi tari nasional kembali menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk merayakan kreativitas sekaligus kekayaan budaya Nusantara. 

Melalui program bertajuk Inspirasi Diri, para pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah diberikan wadah untuk menampilkan karya tari yang memadukan musik modern dengan nilai-nilai budaya Indonesia.

Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian ajang nasional periode 2025–2026 yang telah dibuka sejak 16 Oktober 2025. 

Antusiasme peserta sangat luar biasa, terbukti dengan terjaringnya 710 pendaftar dari 227 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. 

Sebagai bagian dari seleksi, babak Kurasi Offline Jakarta digelar di Lotte Mall Jakarta pada 8 Februari 2026, menjadikannya kota kedelapan dari total 13 kota rangkaian kurasi di tanah air.

Pada tahap kurasi di Jakarta, sebanyak 18 grup semifinalis terpilih unjuk gigi, yang terdiri dari 8 grup kategori SMA/SMK sederajat dan 9 grup kategori perguruan tinggi. 

Para peserta ditantang menampilkan dua koreografi: tarian wajib dengan lagu tema Inspirasi Diri serta satu koreografi bebas sesuai kreativitas masing-masing.

Head of Marketing Communication iForte Victor Sihombing menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembentukan karakter. Beliau menyatakan:

“Kami ingin memberi panggung bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya Nusantara melalui seni tari. iForte National Dance Competition Inspirasi Diri menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengenal dan merayakan identitas budaya Indonesia dengan cara yang relevan dengan zaman,” ujarnya.

Lagu tema Inspirasi Diri sendiri merupakan karya kolaboratif bersama musisi Eross Candra dan penyanyi Yura Yunita. 

Komposisinya sangat unik, memadukan musik pop dengan senandung bahasa Toraja, chanting Indonesia, serta dentuman 11 alat musik tradisional dari berbagai daerah, mulai dari Papua hingga Bengkulu. 

Semangat pelestarian budaya ini juga diperkuat dengan penampilan seluruh peserta dan pendukung yang mengenakan busana bernuansa Nusantara.

Setelah melalui penilaian ketat dari dewan juri profesional seperti Rosmala Sari Dewi, Bubah Alfian, Reza Muhammad, dan Rusmedie Agus , kategori SMA/SMK dimenangkan oleh SMA Negeri 49 Jakarta (Dixie.49). 

Sementara itu, di kategori perguruan tinggi, Universitas Pendidikan Indonesia (PANDAWA) berhasil menyabet gelar juara pertama.

Para juara pertama dari setiap regional akan melaju ke babak Grand Final di Jakarta pada April 2026. 

Melalui inisiatif ini, penyelenggara menegaskan komitmen dalam mendukung potensi generasi muda sekaligus menjaga keberlangsungan budaya Nusantara di tengah dinamika zaman. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya