Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Pertagas Perkuat Peran Gas Bumi dalam Proses Transisi Energi

Insi Nantika Jelita
24/2/2026 20:30
Pertagas Perkuat Peran Gas Bumi dalam Proses Transisi Energi
ilustrasi(Pertagas)

Memasuki usia ke-19 tahun, PT Pertamina Gas (Pertagas) menegaskan perannya dalam mendukung transisi energi nasional melalui penyediaan gas bumi yang andal, aman, dan berkelanjutan. sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, Pertagas memainkan peran penting dalam menjembatani kebutuhan energi saat ini dengan target dekarbonisasi masa depan.

Direktur Utama Pertagas, Indra P Sembiring, menekankan bahwa energi yang disalurkan perusahaan tidak hanya menopang aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi fondasi transformasi menuju sistem energi yang lebih bersih.

“Energi yang kami salurkan menyalakan rumah tangga, menggerakkan industri, membuka lapangan kerja, dan menjaga ekonomi tetap berjalan. Itulah makna keberadaan Pertagas bagi masyarakat,” ujarnya.

Gas bumi kini dipandang sebagai energi transisi yang strategis dalam perjalanan menuju sistem energi rendah karbon. Melalui jaringan 2.730 km pipa transmisi gas, dan 605 km pipa transmisi minyak Pertagas memastikan pasokan energi yang lebih efisien dan relatif lebih bersih bagi sektor industri, pembangkit listrik, dan kawasan ekonomi.

Gas bumi tidak hanya digunakan sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai bahan baku industri hilir seperti pupuk, petrokimia, oleokimia, dan baja, yang berperan penting dalam penguatan daya saing nasional.

Infrastruktur untuk Transisi Energi

Beberapa proyek strategis Pertagas turut mendukung agenda transisi energi nasional. Di Sumatra Utara, jaringan Pipa Arun–Belawan dan Extension Sei Mangkei memperkuat pasokan gas untuk kawasan industri yang berorientasi hilirisasi. Sementara di Aceh, revitalisasi fasilitas LNG Arun meningkatkan fleksibilitas pasokan gas bagi sektor industri dan kelistrikan.

Di Jawa Barat dan DKI Jakarta, proyek pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang membantu menekan emisi dari distribusi darat.

“Integrasi dan pengembangan jaringan pipa nasional memastikan penyaluran energi yang fleksibel, efisien, dan merata untuk menjawab dinamika kebutuhan industri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” tambah Indra.

Sepanjang 2025, Pertagas mencatat volume transportasi gas bumi lebih dari 1.590 MMSCFD dan transportasi minyak di atas 174 ribu BOPD. Peningkatan ini menunjukkan peran gas bumi sebagai penyangga transisi energi di tengah pertumbuhan industri nasional.

Di sisi lain, layanan regasifikasi LNG dan pemrosesan LPG turut memperkuat fleksibilitas sistem energi domestik. Dengan memastikan pasokan energi yang lebih bersih, Pertagas berkontribusi dalam mendukung target pengurangan emisi nasional.

Komitmen terhadap keselamatan dan tata kelola tetap menjadi bagian dari transformasi energi. Melalui penerapan Sistem Manajemen Terintegrasi dan prioritas HSSE, Pertagas memastikan transisi energi berjalan tanpa mengorbankan keandalan operasional.

Peran ini juga selaras dengan agenda penguatan ketahanan energi dan hilirisasi industri menuju Indonesia Emas 2045.

“Menuju Indonesia Emas 2045, energi harus hadir secara merata, aman, dan berkelanjutan. Pertagas akan terus memperkuat infrastruktur, meningkatkan layanan, dan berinovasi agar energi benar-benar menjadi penggerak kesejahteraan rakyat Indonesia,” tutup Indra. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya