Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN geopolitik di kawasan Timur Tengah dipandang memiliki implikasi strategis bagi Indonesia. Merespons hal itu, Anggota Komisi XII DPR RI Jalal Abdul Nasir menjelaskan dinamika politik yang melibatkan negara-negara kawasan Teluk dinilai berpotensi memengaruhi ketahanan energi nasional, stabilitas fiskal negara, serta daya beli masyarakat.
“Situasi geopolitik di Timur Tengah tidak boleh dipandang sebagai isu yang jauh dari kepentingan Indonesia. Dampaknya dapat langsung dirasakan pada sektor energi dan ekonomi nasional,” ujar Jalal dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/3).
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi. Hal tersebut tercermin dari kebutuhan minyak nasional yang berada pada kisaran 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik masih sekitar 600 ribu barel per hari.
“Artinya, lebih dari 60 persen kebutuhan minyak nasional masih dipenuhi melalui impor, baik dalam bentuk minyak mentah maupun BBM jadi. Kondisi ini membuat Indonesia cukup sensitif terhadap gejolak harga energi global,” jelas Jalal.
Gangguan distribusi energi dunia juga dipahami dapat terjadi ketika jalur perdagangan minyak internasional mengalami ketegangan. Salah satu jalur paling strategis yang sering menjadi perhatian global adalah Selat Hormuz.
“Sekitar 20 hingga 30 persen perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Apabila terjadi gangguan distribusi di kawasan tersebut, harga minyak global hampir pasti terdorong naik,” ungkapnya.
Dirinya juga mengingatkan, dampak kenaikan harga minyak dunia dapat memengaruhi kondisi fiskal Indonesia. Dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sektor energi masih menjadi komponen yang cukup sensitif terhadap perubahan harga minyak.
“Setiap kenaikan sekitar USD10 per barel berpotensi meningkatkan beban subsidi dan kompensasi energi hingga triliunan rupiah. Pola ini sudah beberapa kali terjadi ketika eskalasi geopolitik meningkat,” kata Jalal.
Selain berdampak pada fiskal negara, dinamika global juga dapat memengaruhi stabilitas pasar keuangan. Perubahan sentimen global sering mendorong arus modal keluar dari negara berkembang.
“Dalam situasi seperti ini, koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi sangat penting agar inflasi tetap berada dalam target,” tambahnya.
Kenaikan harga energi juga dipahami dapat memberikan efek berantai terhadap sektor lain seperti biaya logistik, harga pangan, tarif transportasi, serta biaya produksi industri berpotensi meningkat apabila volatilitas energi tidak diantisipasi dengan baik.
“Jika tekanan energi tidak diantisipasi secara matang, daya beli masyarakat bisa ikut tergerus. Karena itu, langkah antisipatif harus disiapkan sejak awal,” tegas Jalal.
Momentum dinamika global tersebut juga dinilai dapat menjadi peluang untuk memperkuat fondasi energi nasional. Berbagai langkah strategis dipandang penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.
“Indonesia perlu mempercepat peningkatan lifting migas nasional, memperkuat cadangan energi strategis, memperluas pengembangan energi baru terbarukan, serta memastikan subsidi energi semakin tepat sasaran,” ujar Jalal. (Fal/P-3)
Peluncuran delapan butir transformasi budaya kerja nasional dinilai menjadi langkah awal pemerintah yang tepat dalam merespons tekanan global akibat konflik TImur Tengah.
Harga gas elpiji di Bangladesh melonjak 29% akibat krisis energi global dan konflik Timur Tengah. Pemerintah berlakukan langkah darurat penghematan energi.
Perang Timur Tengah mulai menekan sektor pertanian RI. IPB University memperingatkan ancaman lonjakan harga pupuk, logistik mahal, dan beban berat bagi petani kecil.
Ketegangan di Timur Tengah kian memanas. Media pemerintah Iran menyebut layanan internet satelit Starlink milik miliarder Amerika Serikat, Elon Musk, sebagai target yang sah untuk diserang.
Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik dinilai berpotensi menekan ketahanan energi dan fiskal Indonesia.
Gus Yahya juga menyampaikan simpati mendalam atas konflik yang berkepanjangan dan semakin meluas.
Seiring itu, pemerintah juga memperluas cakupan bantuan melalui program jaminan sosial, termasuk layanan kesehatan dan dukungan ekonomi.
Edy melihat penanganan campak oleh pemerintah sudah menunjukkan respons, terutama dalam peningkatan pelaporan dan imunisasi kejar.
Sekretariat Jenderal DPR menerapkan efisiensi energi dengan memadamkan listrik mulai pukul 18.00 WIB.
Menurut dia, diversifikasi sumber impor menjadi penting untuk mengurangi risiko gangguan pasokan.
Dia menilai semestinya sudah ada rotasi prajurit TNI yang bertugas di Libanon untuk misi perdamaian tersebut, baik jumlahnya dikurangi.
Anang mengaku menghormati langkah Komisi III DPR yang menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di DPR untuk membahas kasus Amsal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved