Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Tak Cukup Mengecam, PBB Diminta Tegas Tangani Kasus Kematian 3 Prajurit UNIFIL Asal Indonesia oleh Israel

Cahya Mulyana
31/3/2026 16:39
Tak Cukup Mengecam, PBB Diminta Tegas Tangani Kasus Kematian 3 Prajurit UNIFIL Asal Indonesia oleh Israel
UNIFIL.(Aljazeera)

WAKIL Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan harus ada ketegasan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) soal gugurnya sejumlah prajurit TNI dalam misi perdamaian di Libanon akibat serangan Israel.

Dia menegaskan keselamatan prajurit harus diutamakan dan memperjelas operasi yang tengah dijalankan. Sebab, kata dia, perang antara Hizbullah dengan Israel tengah berkecamuk di kawasan itu hingga menewaskan prajurit TNI.

"Kami sangat amat sedih dan kami sangat menyampaikan belasungkawa yang amat dalam kepada keluarga korban dan juga kepada seluruh prajurit TNI," kata Dave di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (31/3).

Dia menilai semestinya sudah ada rotasi prajurit TNI yang bertugas di Libanon untuk misi perdamaian tersebut, baik jumlahnya dikurangi atau pengubahan pola operasi.

"Kembali kepada Mabes TNI dan juga Kementerian Pertahanan untuk memetakan ulang tugas-tugas dan operasi prajurit kita di Libanon," kata dia.

Sepengetahuannya, dia mengatakan jumlah personel Pasukan Perdamaian di Libanon itu ada sekitar hampir 5.000 orang dan sekitar 800 orang merupakan prajurit TNI. Jika tidak bisa dinyatakan aman, dia menilai sebaiknya operasi dihentikan terlebih dahulu, sampai situasi benar-benar kondusif.

"Dan misi dan operasi militernya ini diredefinisikan ulang dan jelas tugas dan kewajiban prajurit kita di sana sejauh mana," katanya.

Terkait gugurnya sejumlah prajurit, dia pun meminta agar adanya investigasi secara mendalam yang melibatkan semua pihak. Investigasi itu, kata dia, harus dilaksanakan secara terbuka demi memberi keadilan dan keselamatan bagi prajurit TNI.

"Masalah penarikan pasukan itu adalah wewenangnya daripada Mabes TNI itu sendiri. Jadi kita tunggu sikap dari Panglima, setelah mendapatkan informasi yang akurat," kata dia. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya