Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Kapten Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Nur Ichwan, Dua Prajurit Unifil Gugur di Libanon

Rahmatul Fajri
31/3/2026 13:12
Kapten Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Nur Ichwan, Dua Prajurit Unifil Gugur di Libanon
Prajurit Unifil(Antara Foto)

TENTARA Nasional Indonesia (TNI) mengonfirmasi dua prajurit yang tergabung dalam misi perdamaian PBB United Nations Interim Force in Lebanon atau UNIFIL gugur akibat insiden ledakan di Libanon Selatan, Senin (30/3). Peristiwa maut ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang meningkat tajam di wilayah tersebut dalam 24 jam terakhir. Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengonfirmasi bahwa prajurit yang gugur ialah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Selain korban jiwa, dua prajurit lainnya, yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, mengalami luka-luka.

"TNI menyampaikan rasa berduka mendalam atas gugurnya dua orang prajurit serta dua orang prajurit korban luka dalam insiden di daerah penugasan UNIFIL. Saat ini korban luka sudah dievakuasi dan dalam penanganan medis di Rumah Sakit St. George Beirut, Libanon," ujar Aulia melalui keterangan resminya, Selasa (31/3).

Aulia menjelaskan berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden fatal tersebut terjadi saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) sedang melaksanakan tugas pengawalan.

Saat itu, tim tengah mengawal konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) yang bergerak dari Mako Sektor Timur UNIFIL (United Nations Post/UNP 7-2) menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1. Di tengah perjalanan, sebuah ledakan menghantam kendaraan taktis yang membawa para prajurit tersebut.

TNI menegaskan bahwa seluruh personel di lapangan telah menjalankan tugas sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang ditetapkan UNIFIL dengan tetap mengutamakan kewaspadaan tinggi.

Saat ini, sambung dia, pihak UNIFIL tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.

"Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut, UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi. TNI juga terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontinjensi dihadapkan pada dinamika di daerah misi Libanon," kata Aulia. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya