Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Dapur Rumah Tangga di Bangladesh Tercekik Imbas Perang Timur Tengah

Dhika Kusuma Winata
02/4/2026 19:06
Dapur Rumah Tangga di Bangladesh Tercekik Imbas Perang Timur Tengah
ilustrasi(Media Sosial X)

DAMPAK konflik di Timur Tengah mulai mengguncang dapur rumah tangga di Bangladesh. Pemerintah Bangladesh resmi menaikkan harga gas elpiji dan gas alam terkompresi (CNG) hingga 29% menyusul tekanan krisis energi global yang kian dalam.

Kenaikan harga diumumkan oleh Komisi Regulasi Energi Bangladesh pada Kamis (2/4). Tabung elpiji ukuran 12 kilogram kini melonjak dari 1.341 taka (setara Rp185 ribu) menjadi 1.728 taka (Rp239 ribu). Kenaikan serupa juga berlaku untuk CNG yang digunakan pada sebagian kendaraan.

Negara berpenduduk sekitar 170 juta jiwa itu sangat bergantung pada impor energi dengan sekitar 95% kebutuhan minyak dan gas dipasok dari luar negeri. 

Ketergantungan tinggi itu membuat Bangladesh rentan terhadap gejolak harga global, terutama di tengah konflik yang mengganggu pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Pemerintah pun mulai mengambil langkah darurat untuk menekan konsumsi energi. Kementerian Administrasi Publik mengeluarkan serangkaian kebijakan, mulai dari pengaturan kehadiran pegawai hingga penghematan listrik dan bahan bakar.

Selain itu, pembatasan pembelian bahan bakar juga diberlakukan. Produksi di sebagian besar pabrik pupuk dihentikan sementara untuk menghemat energi, sementara aparat kepolisian dikerahkan untuk mengawasi distribusi di stasiun pengisian bahan bakar.

Situasi tersebur menegaskan betapa konflik geopolitik di Timur Tengah tidak hanya berdampak regional tetapi juga memukul negara-negara berkembang yang sangat bergantung pada impor energi.

Di tengah tekanan tersebut, Bangladesh juga mencari dukungan pendanaan dari lembaga multilateral. Pemerintah mengupayakan pinjaman sekitar US$2 miliar guna meredam dampak krisis energi yang kian membebani ekonomi domestik.

(AFP/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya