Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

PBNU Temui Dubes Saudi, Dorong Jalur Diplomasi Hentikan Konflik Timur Tengah

Cahya Mulyana
01/4/2026 18:07
PBNU Temui Dubes Saudi, Dorong Jalur Diplomasi Hentikan Konflik Timur Tengah
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (kiri)(dok.istimewa)

KETUA Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya kembali melakukan langkah diplomasi di dalam negeri dengan menyambangi Duta Besar Kerajaan Arab Saudi Faisal Abdullah Al-Amudi di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi, Kuningan, Jakarta, Selasa (31/3/2026), di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang belum ada tanda-tanda berakhir.

Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla yang turut dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa Gus Yahya menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi antarnegara di kawasan.

“Karena perang ini merugikan semua pihak, maka PBNU mendorong terjadinya solusi diplomatik, mengharapkan semua pihak menghentikan perang saat ini, dan akan mengajak ormas-ormas Islam yang lain untuk mendukung sikap seperti ini, juga mendorong pemerintah Indonesia untuk ikut mendesak adanya jalan diplomatik guna mengatasi masalah di Teluk saat ini,” ujar Gus Ulil Selasa (31/3) usai pertemuan.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Gus Yahya juga menyampaikan simpati mendalam atas konflik yang berkepanjangan dan semakin meluas. Ia menegaskan posisi Nahdlatul Ulama yang berdiri bersama dalam mengupayakan perdamaian, termasuk menyatakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“NU berdiri bersama pemerintah Saudi, bersimpati bersama pemerintah Saudi, dan tentu saja bersimpati serta mendukung perjuangan rakyat Palestina,” jelasnya.

Sementara itu, Dubes Saudi Faisal Abdullah Al-Amudi memaparkan perkembangan terkini di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat-Israel. Ia menilai eskalasi konflik, terutama yang melibatkan negara-negara Muslim, sangat disayangkan karena menimbulkan dampak luas, tidak hanya di kawasan Teluk, tetapi juga secara global.

“Bukan saja di kawasan Teluk tetapi juga secara global. Ancaman krisis ekonomi sangat jelas sekali,” kata Gus Ulil mengutip pernyataan Dubes Al-Amudi.

Lebih lanjut, Dubes Saudi berharap Nahdlatul Ulama dapat terus menyuarakan keprihatinan atas situasi yang kian mencemaskan sekaligus memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah Saudi dalam meredakan konflik.

“Duta Besar Saudi berharap NU bisa memberikan dukungan yang tegas kepada pemerintah Saudi,” imbuh Gus Ulil.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus PBNU, antara lain Ketua PBNU Rumadi Ahmad dan Wasekjen PBNU Najib Azca. Sebelumnya, Gus Yahya juga menemui Dubes Iran untuk RI Mohammed Boroujerdi pada Jumat (27/3) lalu. (Cah/P-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya