Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf Mengutuk Serangan AS-Israel atas Iran

Cahya Mulyana
02/3/2026 21:24
 Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf Mengutuk Serangan AS-Israel atas Iran
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf(MI/Susanto)

SERANGAN Amerika Serikat (AS) dan Israel atas Iran adalah tindakan brutal yang kembali merusak tatanan internasional bahkan berpotensi memicu konflik global yang tidak terkendali serta menciptakan alasan bangkitnya kembali radikalisme dan ekstremisme.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mereaksi serangan Amerika dan Israel atas Iran, sejak Sabtu (27/2). “Saya mengutuk keras,” tegas Gus Yahya dalam rilis yang kami terima Senin (2/3). 

Ia juga mengungkapkan rasa belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas wafatnya Imam Ali Khamenei akibat serangan itu seraya ⁠⁠mengajak seluruh umat Islam dan segenap komunitas internasional untuk mendoakan Bangsa Iran semoga tegar dan dikaruniai kekuatan untuk melawati kemelut ini dengan selamat.

Namun dalam rilis tersebut Gus Yahya juga menyatakan penyesalannya atas tindakan Iran menyerang berbagai negara tanpa alasan yang dapat diterima, yang berkonsekuensi mendorong eskalasi konflik hingga semakin menyulitkan upaya resolusi. “Kita semua paham itu kemarahan dan menyasar titik-titik yang diduga menjadi tempat tentara Amerika, namun apa pun, serangan itu justru akan memperburuk situasi,” terangnya.

PBNU, kata Gus Yahya, ⁠⁠menyerukan kepada masyarakat Internasional untuk berkonsolidasi menegakkan kembali konsensus tatanan internasional dengan PBB sebagai perwujudan strukturalnya agar PBB dapat menjalankan fungsi sebagai penjaga tatanan internasional secara efektif.

“Kami juga ⁠⁠mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam mengupayakan deeskalasi konflik menuju resolusi damai yang beradab dan bermartabat. Ini amanat konstitusi kita.”

⁠⁠Gus Yahya mengharapkan Pemerintah Indonesia untuk memanfaatkan keberadaan dan posisinya dalam BoP untuk mendesak AS, Israel dan aktor-aktor lain yang terlibat untuk menghentikan kekerasan dan menempuh jalan damai. (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya