Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Ini Kata Sekjen PBNU soal Alasan Prabowo Gabung dengan Board of Peace

Putri Rosmalia Octaviyani
03/2/2026 23:29
Ini Kata Sekjen PBNU soal Alasan Prabowo Gabung dengan Board of Peace
SEKRETARIS Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.(Dok. Antara)

SEKRETARIS Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Sekjen PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, membeberkan alasan fundamental di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto melibatkan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza. Langkah ini disebut sebagai upaya strategis untuk mencegah jatuhnya korban jiwa yang lebih besar dalam krisis kemanusiaan di Palestina.

Penjelasan tersebut disampaikan Gus Ipul usai mengikuti pertemuan antara Presiden Prabowo dengan berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh Muslim di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (3/2/2026).

Fokus pada Pencegahan Korban dan Stabilitas Jalur Gaza

Presiden Prabowo menekankan bahwa keterlibatan Indonesia dalam BoP didasari oleh pertimbangan kemanusiaan yang mendesak. Melalui dewan ini, Indonesia berupaya memberikan kontribusi konkret dalam mendorong penghentian kekerasan yang berdampak pada warga sipil di wilayah konflik.

"Jadi Presiden menjelaskan pilihan-pilihan strategisnya bagaimana Indonesia harus turut berkontribusi dan terutama ini yang menjadi pertimbangan adalah masalah kemanusiaan. Jadi ini masalah kemanusiaan dan bisa berkontribusi mencegah adanya korban yang lebih banyak," ujar Gus Ipul.

Gus Ipul menjelaskan bahwa langkah ini bukan merupakan tindakan sepihak. Indonesia bergerak bersama delapan negara mayoritas Muslim lainnya di dalam BoP untuk memastikan suara dunia Islam tetap terdengar dalam proses stabilisasi di kawasan tersebut. Dialog yang berlangsung di Istana dinilai sangat produktif, di mana para tokoh Islam memahami dan memberikan dukungan terhadap visi Presiden untuk kemerdekaan Palestina.

Mengenal Board of Peace: Badan Internasional Pengawas Gaza

Board of Peace (BoP) merupakan badan internasional yang diprakarsai oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Fokus utama lembaga ini adalah mengawasi administrasi, stabilisasi, dan rekonstruksi Jalur Gaza selama masa transisi pascakonflik. Keberadaan badan ini menjadi krusial dalam memastikan bantuan kemanusiaan dan pembangunan kembali infrastruktur Gaza berjalan tepat sasaran.

Indonesia memiliki posisi unik dalam keanggotaan ini. Selain menjadi satu-satunya negara dari kawasan ASEAN yang bergabung, BoP juga diisi oleh banyak negara mayoritas Muslim. Menariknya, tidak ada satu pun negara Eropa Barat maupun anggota NATO yang masuk dalam daftar keanggotaan dewan ini.

Daftar Negara Anggota Board of Peace Gaza

Keterlibatan Indonesia dalam BoP menempatkan Jakarta sejajar dengan negara-negara strategis lainnya dalam misi kemanusiaan ini. Berikut adalah beberapa negara kunci yang telah menandatangani piagam Dewan Perdamaian tersebut:

Kawasan Negara Anggota
Asia Tenggara Indonesia
Timur Tengah & Afrika Arab Saudi, Qatar, UEA, Mesir, Yordania, Maroko, Bahrain
Asia Tengah & Selatan Turki, Pakistan, Kazakhstan, Uzbekistan, Azerbaijan
Lainnya Hungaria, Argentina, Armenia, Belgia, Bulgaria, Kosovo, Mongolia, Paraguay

Dukungan dari para ulama dan tokoh ormas Islam diharapkan memperkuat posisi tawar Presiden Prabowo di kancah internasional, sekaligus memastikan bahwa partisipasi Indonesia tetap berada pada jalur perjuangan kemerdekaan Palestina yang berdaulat dan produktif di Jalur Gaza. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya