Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengajak ratusan kepala desa dan camat di Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan "jihad" dalam menghadirkan data kemiskinan yang akurat. Hal itu ditegaskan Gus Ipul saat menyosialisasikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Mal Pelayanan Publik Sidoarjo, Jumat (6/2).
Dalam arahannya, Gus Ipul menekankan bahwa akurasi data adalah fondasi utama agar program bantuan sosial (bansos) tidak lagi salah sasaran.
Ia mengakui bahwa tantangan terbesar pemerintah saat ini adalah masih ditemukannya ketimpangan antara data administratif dengan realitas di lapangan.
“Data ini sangat strategis sebagaimana arahan Bapak Presiden. Di lapangan kita masih menemukan data yang harus diperbaiki. Ini pekerjaan rumah besar kita. Kalau dilakukan bersama dan konsisten, kesalahan data akan makin berkurang,” ujar Gus Ipul.
Gus Ipul menjelaskan bahwa pemutakhiran DTSEN akan berdampak langsung bagi keluarga prasejahtera yang selama ini belum terjangkau bantuan.
Dengan data yang presisi, intervensi pemerintah dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik tiap keluarga, baik melalui program perlindungan sosial maupun pemberdayaan ekonomi.
Meski jalur formal terus berjalan, Gus Ipul mengingatkan bahwa validasi paling otentik berada di tangan pengurus lingkungan terkecil. Ia meminta peran aktif masyarakat melalui musyawarah di tingkat dusun, RT, dan RW.
“Jalur formal tetap berjalan, tapi musyawarah di tingkat dusun, RT, dan RW juga penting. Operator desa menjadi ujung tombak input data, karena itu perlu pelatihan yang memadai agar data yang dihasilkan akurat,” tuturnya.
Sebagai perbandingan, Gus Ipul memaparkan keberhasilan perbaikan data di Banyuwangi. Sebelumnya, tingkat ketidaktepatan sasaran di wilayah tersebut mencapai 77%, namun setelah dilakukan pembenahan intensif, angka tersebut berhasil ditekan hingga 28%.
Melalui langkah digitalisasi bansos yang sedang digalakkan, Kementerian Sosial menargetkan margin kesalahan data secara nasional dapat ditekan secara drastis hingga di bawah 10%, bahkan menyentuh angka 5%.
“Kalau data kita akurat, tidak ada keluarga miskin yang terlewat. Karena bantuan itu berbasis data, dan data itu hadir dari bawah, dari RT, RW, desa, sampai pusat,” tegasnya.
Gayung bersambut, Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan kesiapannya untuk mengawal proses pemutakhiran data ini hingga level terbawah. Ia menegaskan bahwa jajaran Pemkab Sidoarjo akan bergerak cepat mendukung penuh integrasi data tersebut.
“Kami di daerah tentu mensupport, mulai dari RT, RW sampai desa, bagaimana mewujudkan data yang benar-benar akurat. Data itu sangat penting,” pungkas Subandi. (Z-1)
MENTERI Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan proses penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler pada triwulan pertama 2026 terus berjalan.
Cek desil bansos 2026 secara online melalui website dan aplikasi Kemensos. Simak cara cek status penerima bansos dan penjelasan fungsi desil.
PEMERINTAH mengucurkan anggaran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp17,5 triliun menjelang Lebaran 2026.
Pemerintah menyediakan dua kanal utama untuk cek penerima bansos Februari 2026 yang bisa diakses secara daring
PEMERINTAH menyiapkan anggaran senilai Rp12,83 triliun untuk paket stimulus ekonomi kuartal I 2026 yang mencakup diskon tiket transportasi, potongan tarif jalan tol, serta bansos.
Pernyataan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, terkait penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan berpotensi menyesatkan publik dan memicu penyebaran hoaks
KEPALA Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah menjelaskan bahwa penonaktifan peserta penerima bantuan iuran atau PBI JK dilandasi oleh Surat Keputusan Menteri Sosial
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi bunuh diri yang dilakukan oleh YBS, 10.
Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah SR terbanyak se-Indonesia. Dari 166 titik SR yang diresmikan, 26 di antaranya adalah SR yang dimiliki Provinsi Jawa Timur.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) hari terakhir yang dilaksanakan di Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved