Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Mensos Prihatin Anak SD Bunuh Diri di NTT, Pastikan Pendampingan pada Keluarga

Media Indonesia
03/2/2026 19:55
Mensos Prihatin Anak SD Bunuh Diri di NTT, Pastikan Pendampingan pada Keluarga
Mensos Syaifullah Yusuf (memakai peci).(MI/Bayu Anggoro)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi bunuh diri yang dilakukan oleh YBS, 10. Ia adalah seorang siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peristiwa yang diduga dipicu oleh ketidakmampuan keluarga membeli buku tulis ini dinilai sebagai alarm keras bagi sistem perlindungan sosial di Indonesia.

Gus Ipul menegaskan bahwa negara seharusnya hadir hingga ke pintu-pintu rumah warga termiskin. Tragedi ini menjadi catatan merah di tengah upaya pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi pada tahun 2026, namun masih ada anak bangsa yang terpaksa menyerah pada keadaan hanya karena kebutuhan dasar sekolah yang tak terpenuhi.

Alarm Keras Bagi Sistem Pendidikan dan Sosial

Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, menyebut insiden ini sebagai "Tragedi Pendidikan Nasional". Menurutnya, anggaran pendidikan yang mencapai 20% dari APBN seharusnya mampu menjamin hal-hal fundamental seperti buku dan alat tulis bagi siswa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Kami sangat prihatin. Kasus ini menjadi alarm keras bahwa masih ada anak-anak kita yang tidak mendapatkan kebutuhan belajar paling mendasar. Negara harus hadir memastikan kebutuhan dasar pendidikan terpenuhi tanpa kecuali," ujar Habib Syarief di Jakarta, Selasa (3/2).

Pihak kepolisian dari Polres Ngada telah mengonfirmasi keaslian surat wasiat yang ditinggalkan YBS. Dalam surat tersebut, korban menyampaikan permohonan maaf dan salam perpisahan kepada ibunya dengan kalimat yang sangat emosional dalam bahasa daerah Bajawa.

Isi Surat Wasiat yang Menyayat Hati

Berdasarkan keterangan Ipda Benediktus R Pissort dari Polres Ngada, korban ditemukan tergantung di pohon cengkih milik neneknya pada Kamis (29/1). Di dekat lokasi, ditemukan secarik kertas bertuliskan tangan korban.

Bahasa Ngada Terjemahan Indonesia
Kertas Tii Mama Reti Surat untuk Mama Reti
Mama Galo Zee Mama, saya pergi dulu
Galo mata mae rita ee mama Kalau saya meninggal, mama jangan menangis

Kasus ini memicu desakan publik agar Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah segera melakukan investigasi menyeluruh terkait distribusi bantuan sosial di wilayah NTT, guna memastikan tidak ada lagi nyawa anak bangsa yang hilang akibat kemiskinan ekstrem.

Catatan: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki kecenderungan bunuh diri, silakan hubungi layanan kesehatan mental terdekat atau keluarga dan sahabat terdekat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya