Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI wujud empati dan kepedulian terhadap kesejahteraan psikososial serta perlindungan murid, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengunjungi rumah duka almarhum murid kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (5/2). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut komitmen kementerian dalam mendampingi keluarga yang tengah berduka.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut. Dia menekankan bahwa peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi agar kejadian ini tidak terulang kembali.
“Secara pribadi dan atas nama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, saya menyampaikan belasungkawa. Meninggalnya dia merupakan catatan dan pelajaran bagi semua pihak akan pentingnya perhatian, penanaman nilai-nilai agama, dan ketahanan keluarga bagi anak-anak oleh orangtua, masyarakat, guru, tokoh agama, dan penyelenggara pendidikan, termasuk Kemendikdasmen,” ujar Abdul Mu’ti.
Kunjungan ke kediaman almarhum dilakukan oleh perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di wilayah NTT, yang terdiri dari Kepala Subbagian Umum Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT, Damita Limbu, perwakilan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) NTT, Risyono dan disaksikan oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ngada, NTT.
Selain menyampaikan belasungkawa, tim kementerian juga menyerahkan santunan untuk membantu meringankan beban keluarga.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh pihak keluarga, yakni Maria Goreti Te’a (ibunda almarhum), Wihelmina Nenu (nenek), dan Dominikus Nou (paman).
Dominikus, mewakili pihak keluarga, menyampaikan apresiasi atas perhatian cepat yang diberikan oleh pemerintah pusat.
“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kemendikdasmen atas bantuan yang diberikan. Kiranya ini dapat membantu keluarga untuk proses adat terkait kematian almarhum dan kebutuhan lainnya. Keluarga tidak bisa membalas dengan apa-apa, selain doa agar Tuhan membalas budi baik kementerian,” ujar Dominikus.
Sebelumnya, melalui pernyataan resmi pada 4 Februari 2026, Kemendikdasmen menegaskan bahwa kondisi emosional anak dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks yang memerlukan perhatian berkelanjutan dari sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Mendiang sendiri tercatat sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP), namun kementerian menekankan bahwa perlindungan anak tidak boleh berhenti pada dukungan finansial semata.
Kementerian berkomitmen melalui BPMP NTT untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan dukungan keberlanjutan pendidikan bagi anggota keluarga lainnya serta memberikan pendampingan psikososial yang diperlukan.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan suportif agar setiap anak merasa didengar dan dihargai,” tutup Abdul Mu’ti. (Z-1)
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu menegaskan bahwa tragedi siswa bunuh diri di NTT tersebut tidak seharusnya terjadi.
Menurut Budiarta, pendidikan tentang pengelolaan sampah perlu dimulai sejak dini.
KAPOLSEK Kembangan Komisaris Taufik Iksan mengatakan bahwa kasus pengendara mobil Pajero melindas siswa SD di Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, diselesaikan secara kekeluargaan.
SEORANG siswa SD terlindas mobil Pajero di Jalan Masjid Al-Ikhlas II, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (6/1) siang.
Program Makan bergizi gratis digelar di Sekolah Dasar Negeri SDN 2 Tambun dan SDN Mokintob di Desa Pinonobatu, Bolmong.
Kasus dugaan perundungan yang dilakukan para pelajar yang masih duduk di bangku SD ini, kini ditangani Unit PPA Reskrim Polres Subang, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved