Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH aksi heroik dan menyentuh hati datang dari seorang Bhabinkamtibmas Polres Manggarai, Aipda Arladius Modestus Arno. Di tengah panasnya bentrokan antar kelompok warga di jalan Trans Flores, NTT, ia memilih meletakkan wibawa seragamnya dengan berlutut dan menangis di hadapan warga yang bertikai.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (16/3), saat kelompok warga dari Gendang Kaca dan Gendang Bung Leko terlibat konflik terbuka yang mengancam keselamatan jiwa.
"Situasi saat itu sudah semakin panas, kelompok yang satu dengan yang lain tidak mau sepakat untuk diselesaikan secara damai," ujar Aipda Arno Rabu (17/3).
Arno mengaku tindakannya berlutut dilakukan secara spontan. Baginya, warga dari kedua kelompok yang bertikai bukan sekadar objek tugas, melainkan keluarga.
"Bagi saya mereka itu adalah saudara-saudara saya. Sering kalau bertugas, mereka ajak makan di rumah mereka, cerita dan kumpul bersama. Melihat mereka bertikai, saya merasa sangat kecewa dan sedih," kenang Arno.
Aksi spontan polisi yang memohon dengan air mata ini nyatanya mampu melunakkan hati para pemuda yang sedang tersulut emosi. Konflik pun berangsur reda di lokasi kejadian. Meski demikian, Arno dengan rendah hati menyebut bahwa terhentinya bentrok adalah kerja keras seluruh rekan kepolisian di lapangan.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, memberikan apresiasi terhadap tindakan personelnya. Ia menegaskan bahwa Polri selalu mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menangani potensi konflik.
“Anggota kami di lapangan selalu mengedepankan dialog dan kemanusiaan. Tujuannya adalah mencegah kekerasan dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” jelas Henry.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penjagaan dan imbauan agar warga tidak mudah terprovokasi. Peristiwa di Desa Bula ini menjadi bukti bahwa di balik seragam petugas, terdapat hati nurani yang berupaya menjaga kedamaian melalui rasa persaudaraan.
(Ant/P-4)
Baru sebulan dipakai, proyek jalan Inpres senilai Rp18,3 miliar di Nagekeo NTT rusak parah. Warga menduga pengerjaan asal jadi dan minta KPK turun tangan.
Balita di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Alami Stunting
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
BENTROK antarwarga akibat konflik lahan di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pecah pada Jumat (6/3). Kericuhan melibatkan warga empat desa.
Bentrokan warga pecah di Adonara Timur, Flores Timur (6/3/2026). 3 warga luka tembak senjata rakitan & sejumlah rumah terbakar akibat sengketa lahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved