Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR duka yang menyelimuti Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), atas meninggalnya seorang siswa sekolah dasar akibat bunuh diri, sampai ke telinga Presiden Prabowo Subianto. Tragedi yang menimpa bocah dari keluarga miskin ekstrem tersebut kini menjadi atensi serius pemerintah pusat.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Menurutnya, hilangnya nyawa seorang anak di tengah tekanan hidup adalah alarm keras bagi semua pihak.
"Kami tentunya mewakili pemerintah menyampaikan keprihatinan yang mendalam, dan kami telah berkoordinasi dengan jajaran terkait, karena bagi kami, bagi kita semua, ini adalah kejadian yang seharusnya tidak boleh terjadi," ujar Prasetyo Hadi saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2) malam.
Menindaklanjuti arahan Presiden, Prasetyo segera melakukan koordinasi dengan beberapa menteri terkait, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.
Fokus utama pemerintah adalah memberikan perlindungan kepada keluarga korban yang diketahui berada dalam kategori kemiskinan ekstrem.
Selain itu, pemerintah juga sedang menelusuri kebenaran informasi mengenai kendala administrasi yang menyebabkan keluarga tersebut dikabarkan tidak tersentuh bantuan sosial (bansos).
"Biarlah kita tunggu dari pihak berwajib, pihak kepolisian untuk melakukan pendalaman," tegas Prasetyo mengenai isu hambatan bansos tersebut.
Korban yang merupakan anak dari seorang ibu tunggal, meninggalkan sebuah surat singkat sebelum mengakhiri hidupnya.
Dalam surat yang telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia tersebut, korban menuliskan pesan perpisahan yang menyayat hati:
"Mama saya pergi dulu. Mama relakan saya pergi. Jangan menangis ya Mama. Tidak perlu Mama menangis dan mencari, atau mencari saya. Selamat tinggal Mama."
Keluarga korban diketahui hidup dalam kondisi serba terbatas. Ibunda korban bekerja serabutan dan bertani demi menghidupi lima orang anak, sementara korban tinggal bersama neneknya.
Prasetyo menekankan bahwa peristiwa ini harus menjadi pelajaran untuk meningkatkan kepedulian sosial di seluruh tingkatan masyarakat. Tidak hanya faktor ekonomi, faktor lingkungan dan sekolah juga memegang peranan vital dalam menjaga kesehatan mental anak.
"Bagaimana pun selain di faktor keluarga, faktor lingkungan, juga di sekolah menjadi sangat penting, edukasi, dan terutama berkenaan dengan masalah mental adik-adik kita supaya jika mengalami sebuah tekanan, atau mengalami sebuah permasalahan untuk dapat menyampaikan kepada guru-guru mereka di sekolah," pungkasnya. (Ant/Z-1)
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan mendampingi 12 warga Jabar dalam menghadapi kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Sofiani Temba Kanggu, 46, warga Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan hilang saat beraktivitas di Sungai Mondu pada Minggu (22/2).
Struktur batuan yang menjulang dan berlekuk dramatis menghadirkan panorama eksotis yang kerap dijuluki “Grand Canyon”-nya Pulau Sabu
PRODUKSI gabah kering giling (GKG) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2025 hampir menembus angka 1 juta ton. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ketahanan pangan.
SEBUAH kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Trans Flores, tepatnya di Kampung Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Unpad masih menunggu hasil visum setelah seorang mayat pria ditemukan tewas gantung diri di dahan pohon di kawasan kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (19/2)
Fenomena keinginan bunuh diri pada remaja tidak dipicu oleh penyebab tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang kompleks.
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved