Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Kementerian HAM Turunkan Tenaga Pendamping usai Insiden Anak SD di Ngada

Media Indonesia
05/2/2026 18:00
Kementerian HAM Turunkan Tenaga Pendamping usai Insiden Anak SD di Ngada
Ilustrasi(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

KEMENTERIAN Hak Asasi Manusia (HAM) mengerahkan tenaga pendamping menyusul insiden anak sekolah dasar (SD) bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pendampingan ini difokuskan untuk memperkuat kesadaran HAM hingga ke tingkat desa.

Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan bahwa tenaga pendamping tersebut akan ditempatkan langsung di desa-desa guna memastikan pembangunan kesadaran HAM berjalan secara berkelanjutan dari akar rumput hingga wilayah kabupaten/kota.

"Kami rekrut akan ada pendampingan pendamping untuk yang ditempatkan di desa-desa, ya, untuk mengontrol supaya mereka ikut membangun kesadaran HAM," katanya di Jakarta, Kamis (5/2).

Pigai menjelaskan, peran awal tenaga pendamping adalah mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat setempat, termasuk persoalan infrastruktur dasar seperti sanitasi dan drainase.

"Nanti mereka ikut identifikasi di lokasi tersebut, baru membantu dan menyampaikan kepada instansi yang terkait melalui Kementerian HAM," ungkapnya.

Ia menambahkan, pendamping juga akan membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai kesulitan sosial dan ekonomi yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup warga.

"Kalau ada kesulitan nanti kami punya pendamping itu yang akan bantu, misalnya kesulitan air bersih, drainase, prasarana sanitasi atau kemiskinan atau pengangguran. Jadi, kami sudah menyiapkan itu," sambungnya.

Selain mengerahkan tenaga pendamping, Kementerian HAM juga telah menginstruksikan kantor wilayah (kanwil) setempat untuk turun langsung memberikan pendampingan di lokasi kejadian.

"Dari Kanwil HAM kemarin sudah turun, hari ini sudah di lapangan," ucapnya.

Sebelumnya, seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, ditemukan meninggal dunia setelah mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk sang ibu berinisial MGT (47).

Dalam surat tersebut, korban meminta agar ibundanya tidak mencari dirinya dan menyampaikan ucapan perpisahan.

Diketahui, korban selama ini tinggal bersama neneknya. Hal itu karena sang ibu merupakan orang tua tunggal yang bekerja sebagai petani sekaligus pekerja serabutan.

Ibunda korban diketahui menanggung kehidupan lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik