Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Hak Asasi Manusia (HAM) mengerahkan tenaga pendamping menyusul insiden anak sekolah dasar (SD) bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pendampingan ini difokuskan untuk memperkuat kesadaran HAM hingga ke tingkat desa.
Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan bahwa tenaga pendamping tersebut akan ditempatkan langsung di desa-desa guna memastikan pembangunan kesadaran HAM berjalan secara berkelanjutan dari akar rumput hingga wilayah kabupaten/kota.
"Kami rekrut akan ada pendampingan pendamping untuk yang ditempatkan di desa-desa, ya, untuk mengontrol supaya mereka ikut membangun kesadaran HAM," katanya di Jakarta, Kamis (5/2).
Pigai menjelaskan, peran awal tenaga pendamping adalah mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat setempat, termasuk persoalan infrastruktur dasar seperti sanitasi dan drainase.
"Nanti mereka ikut identifikasi di lokasi tersebut, baru membantu dan menyampaikan kepada instansi yang terkait melalui Kementerian HAM," ungkapnya.
Ia menambahkan, pendamping juga akan membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai kesulitan sosial dan ekonomi yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup warga.
"Kalau ada kesulitan nanti kami punya pendamping itu yang akan bantu, misalnya kesulitan air bersih, drainase, prasarana sanitasi atau kemiskinan atau pengangguran. Jadi, kami sudah menyiapkan itu," sambungnya.
Selain mengerahkan tenaga pendamping, Kementerian HAM juga telah menginstruksikan kantor wilayah (kanwil) setempat untuk turun langsung memberikan pendampingan di lokasi kejadian.
"Dari Kanwil HAM kemarin sudah turun, hari ini sudah di lapangan," ucapnya.
Sebelumnya, seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, ditemukan meninggal dunia setelah mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk sang ibu berinisial MGT (47).
Dalam surat tersebut, korban meminta agar ibundanya tidak mencari dirinya dan menyampaikan ucapan perpisahan.
Diketahui, korban selama ini tinggal bersama neneknya. Hal itu karena sang ibu merupakan orang tua tunggal yang bekerja sebagai petani sekaligus pekerja serabutan.
Ibunda korban diketahui menanggung kehidupan lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia. (Ant/E-4)
SOSIOLOG UGM Andreas Budi Widyanta, atau kerap disapa AB, menyoroti keputusan ulah pati (bunuh diri) pada anak SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang terjadi pada 29 Januari 2026 lalu.
Kasus bunuh diri tersebut pun menambah panjang daftar kasus ulah pati (istilah bunuh diri bagi masyarakat Bali dan sekitarnya) yang dilakukan anak di Indonesia.
GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena meluapkan kemarahan dan keprihatinan mendalam atas meninggalnya seorang anak yang diduga bunuh diri karena tekanan kemiskinan.
GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena buka suara terkait siswa sekolah dasar yang bunuh diri di Kabupaten Ngada.
GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pentingnya pembenahan serius sistem perlindungan sosial menyusul peristiwa siswa SD yang bunuh diri di Ngada.
SOSIOLOG UGM Andreas Budi Widyanta, atau kerap disapa AB, menyoroti keputusan ulah pati (bunuh diri) pada anak SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang terjadi pada 29 Januari 2026 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved