Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Anak SD Bunuh Diri di NTT karena Biaya Sekolah, Sosiolog UGM Soroti Pembangunan hanya Untungkan Kelompok Elite

Agus Utantoro
05/2/2026 17:40
Anak SD Bunuh Diri di NTT karena Biaya Sekolah, Sosiolog UGM Soroti Pembangunan hanya Untungkan Kelompok Elite
Ilustrasi(Dok Freepik)

TERJADINYA bunuh diri seorang anak yang masih duduk di bangku SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur yang dipicu ketidakmampuan membayar uang sekolah dan membeli perlengkapan sekolah menjadi perhatian serius dari banyak kalangan. 

Kasus bunuh diri tersebut pun menambah panjang daftar kasus ulah pati (istilah bunuh diri bagi masyarakat Bali dan sekitarnya) yang dilakukan anak di Indonesia.

Puncak Akumulasi Tekanan Sosial

Sosiolog UGM Andreas Budi Widyanta, atau kerap disapa A-B, menilai peristiwa tersebut tidak dapat dilihat sebagai persoalan individu semata, melainkan sebagai tanda kegagalan struktural negara dalam melindungi anak-anak. 

Menurut AB, fenomena bunuh diri pada anak dan remaja menunjukkan adanya persoalan sosial yang kompleks dan berakar pada ketimpangan struktural. Ia menegaskan, kasus tersebut merupakan puncak akumulasi tekanan sosial akibat kegagalan negara dalam menyediakan layanan dasar yang merata. 

“Fenomena ini harus dilihat sebagai problem sosial yang bersifat struktural. Ketimpangan ekonomi yang semakin lebar menyebabkan sebagian masyarakat hidup dalam kondisi ekstrem, bahkan tidak mampu memenuhi kebutuhan pendidikan paling mendasar," ujarnya, Kamis (5/2).

Fokus pada Keuntungan Segelintir Elite

Ditemui di kampus Fisipol UGM, AB menjelaskan dalam kasus ini kekerasan struktural negara tampak dalam praktik pembangunan yang dinilai lebih menguntungkan kelompok elite, sementara masyarakat miskin mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. 

“Kondisi tersebut menciptakan keputusasaan yang meresap ke dalam dunia batin anak,” jelasnya. (AU/E-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik