Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Tragedi Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT Tekankan Pembenahan Serius

Palce Amalo
04/2/2026 17:36
Tragedi Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT Tekankan Pembenahan Serius
Ilustrasi(Dok freepik )

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pentingnya pembenahan serius sistem perlindungan sosial menyusul peristiwa siswa SD yang bunuh diri di Ngada.

Menurut Melkiades, sejak awal pihaknya telah menjalin komunikasi dengan bupati, wakil bupati, serta berbagai pihak terkait di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat. Namun, ia menegaskan tidak ingin mencari pembenaran atau membuka kembali perdebatan soal sebab-musabab kejadian tersebut. 

"Ini sudah terjadi. Yang paling penting sekarang adalah penyelesaian secara baik, termasuk penguburan yang layak serta penyelesaian persoalan-persoalan yang berkaitan dengan adat dan sosial,” ujar Melkiades kepada wartawan di Kupang, Rabu (4/2).

Ia meminta agar pembahasan lanjutan dilakukan segera, sekaligus memastikan dukungan konkret bagi keluarga korban. Pemerintah provinsi, kata dia, juga akan terlibat langsung dalam pemenuhan kebutuhan dasar keluarga tersebut.

“Kami dari provinsi memastikan dukungan yang dibutuhkan, termasuk rencana membangun rumah layak huni agar benar-benar pantas untuk ditinggali,” tegasnya. 

Sebelumnya, YBS, 10, siswa di salah satu SD negeri di Kabupaten Ngada mengakhiri hidupnya pada Kamis (29/1) lalu.

YBS pun sempat menulis pesan dalam secarik kertas. Pesan tersebut berupa ucapan selamat tinggal bagi sang ibu. YBS diketahui sebelumnya sempat meminta uang Rp10.000 kepada sang ibu untuk membeli pulen dan buku tulis.

Namun, ibu YBS yang bekerja serabutan di sektor pertanian menjawab bahwa dirinya tidak memiliki uang saat itu. Sementara itu, sang ayah telah pergi meninggalkan keluarga mereka sejak lama. 

Terpuruk dalam kemiskinan, YBS bahkan dititipkan kepada sang nenek yang tinggal tidak jauh dari kediaman ibunya. (PO/E-4)

Disclaimer: "Artikel/konten ini membahas topik bunuh diri yang mungkin sensitif bagi sebagian orang. Informasi ini disajikan hanya untuk tujuan edukasi dan peningkatan kesadaran (awareness), dan sama sekali tidak bertujuan untuk mendorong, menormalisasi, atau memberikan instruksi mengenai tindakan serupa."
"Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang berjuang dengan pikiran untuk menyakiti diri sendiri, harap segera mencari bantuan profesional. Jangan menanggung beban ini sendirian."

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya