Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Gubernur NTT Siap Disalahkan, Jangan Ada Lagi Orang Mati Sia-sia

Palce Amalo
06/2/2026 09:35
Gubernur NTT Siap Disalahkan, Jangan Ada Lagi Orang Mati Sia-sia
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Larantuka, Flores Timur(dok Humas Pemprov NTT)

GUBERNUR Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan pernyataan keras dan emosional terkait persoalan kemiskinan yang mengakibatkan seorang anak mengakhiri hidupnya. Ia menegaskan siap memikul seluruh tanggung jawab serta konsekuensi politik atas tragedi kemanusiaan yang terjadi, dan meminta agar peristiwa serupa tidak terulang lagi.

“Sebagai gubernur, yang saya jaga adalah kemanusiaan kita. Saya ambil tanggung jawab ini. Saya siap disalahkan atas peristiwa ini. Konsekuensi apa pun, termasuk yang datang dari Jakarta, saya siap. Tapi saya mohon, ini cukup yang terakhir. Jangan lagi ada orang mati sia-sia seperti ini,” tegas Melki di hadapan kepala daerah, pimpinan OPD Flores Timur dengan suara bergetar menahan tangis, saat meresmikan NTT Mart di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Kamis (5/2).

Menurut Melkades, seluruh pihak yang memegang kekuasaan, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, hingga tingkat desa, harus melakukan refleksi dan pertobatan bersama. Menurutnya, kematian akibat kemiskinan merupakan kegagalan kolektif.

“Kita semua nanti mati cuma dua kali satu meter. Harta, kekuasaan, semua berhenti di situ. Setelah itu urusan kita dengan Tuhan. Karena itu saatnya kita berhenti main-main, terutama dengan data kemiskinan,” ujarnya.

Melki secara tegas mengkritik praktik manipulasi dan ketidakakuratan data orang miskin yang selama ini berdampak pada salah sasaran bantuan sosial. Ia meminta agar tidak ada lagi masyarakat miskin yang “diselundupkan” atau justru dikeluarkan dari daftar penerima bantuan.

“Data kemiskinan jangan main-main lagi. Jangan ada lagi orang miskin yang tidak terdata dan tidak terima bantuan. Siapa pun yang bersalah harus dihukum seberat-beratnya, bahkan lebih berat dari menghukum koruptor,” katanya.

Ia juga menyinggung tragedi meninggalnya warga akibat persoalan sederhana yang seharusnya dapat dicegah jika negara hadir secara benar. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi tamparan keras bagi seluruh penyelenggara negara.

“NTT tidak miskin kepedulian. Kita tidak miskin kemanusiaan. Orang NTT hebat-hebat di mana-mana. Tapi kalau kita abai, semua kebijakan dan program jadi percuma,” ucapnya.

Gubernur Melki mengakui kritik dan kemarahan publik yang dialamatkan kepadanya, para bupati, hingga pemerintah daerah sebagai hal yang wajar dan harus diterima.

“Hari ini orang maki gubernur, maki bupati, maki orang NTT. Terima itu sebagai tamparan keras. Tapi ke depan, saya harap kita betul-betul jaga data kemiskinan, jaga tetangga, jaga keluarga, lihat kiri dan kanan kita,” katanya.

Melki menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen pemerintah, perbankan, DPRD, aparat, hingga tokoh sosial dan keagamaan untuk memperbaiki tata kelola ekonomi dan perlindungan sosial agar tragedi kemanusiaan tidak kembali terulang di NTT. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya