Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan fakta mengejutkan terkait carut-marut data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Dalam rapat bersama DPR RI pada Senin (9/2), Gus Ipul memaparkan bahwa sebanyak 54 juta warga miskin di Indonesia saat ini justru tidak menerima bantuan iuran kesehatan dari pemerintah.
Poin Kunci Temuan Kemensos 2026:
Gus Ipul menjelaskan bahwa temuan ini diperoleh setelah dilakukan pemutakhiran menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tahun 2025. Kondisi ini menunjukkan terjadinya kesalahan inklusi dan eksklusi yang masif dalam sistem jaminan kesehatan nasional.
"Jadi yang lebih mampu terlindungi, yang lebih rentan justru menunggu. Ini adalah data yang kita peroleh pada tahun 2025," ujar Gus Ipul di Gedung Parlemen, Jakarta.
Ia menambahkan bahwa banyak peserta yang dinonaktifkan ternyata memiliki aset berupa rumah dan kendaraan bermotor, namun masih masuk dalam daftar penerima bantuan pemerintah. Hal inilah yang mendasari langkah pemerintah untuk melakukan pembersihan data agar anggaran negara tepat sasaran.
Menanggapi polemik penonaktifan 13,5 juta peserta yang memicu kendala layanan di rumah sakit, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah. Layanan kesehatan bagi warga yang dinonaktifkan akan tetap aktif secara darurat selama masa transisi.
“DPR dan pemerintah sepakat, dalam jangka waktu tiga bulan ke depan, semua layanan kesehatan tetap dilayani dan PBI-nya dibayarkan pemerintah,” tegas Dasco usai rapat konsultasi tersebut. (E-4)
Kemensos menonaktifkan 13,5 juta peserta BPJS Kesehatan dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) sepanjang 2025.
Gus Ipul menekankan bahwa akurasi data adalah fondasi utama agar program bantuan sosial (bansos) tidak lagi salah sasaran.
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, membeberkan alasan fundamental di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto melibatkan Indonesia dalam Board of Peace.
Ketidakhadiran sejumlah tokoh penting dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Masehi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Istora Senayan.
MENTERI Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) bencana mencapai rata-rata lebih dari 85 persen hingga akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved