Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIDAKHADIRAN sejumlah tokoh penting dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Masehi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/), menjadi perhatian. Dua figur sentral NU, yakni Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul), tidak tampak menghadiri agenda bersejarah tersebut.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya pun memberikan penjelasan terkait absennya kedua tokoh tersebut. Ia menyebut Rais Aam Miftachul Akhyar berhalangan hadir karena kondisi kesehatan.
“Mengenai Rais Aam, Kiai Haji Miftachul Akhyar, kami tadi malam sudah mendapatkan kabar dari beliau bahwa sedianya beliau akan berangkat, tetapi beliau mengalami kendala kesehatan. Sehingga beliau berhalangan untuk bisa ikut hadir,” ujar Gus Yahya saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta.
Meski Rais Aam tidak hadir secara langsung, Gus Yahya memastikan peran Syuriyah tetap terwakili dalam rangkaian acara. Khotbah yang biasanya disampaikan oleh Rais Aam dibawakan oleh Rais Syuriyah PBNU, Nasaruddin Umar, yang juga menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia.
“Khotbah yang biasa disampaikan oleh Rais Aam, diwakili oleh salah seorang Rais Syuriyah, yaitu Profesor Doktor Kiai Haji Nasaruddin Umar. Saya kira itu,” kata Gus Yahya.
Selain Rais Aam, nama Saifullah Yusuf atau Gus Ipul juga menjadi sorotan karena tidak hadir dalam acara tersebut. Menurut Gus Yahya, Gus Ipul kemungkinan berhalangan karena kesibukannya sebagai Menteri Sosial.
“Mengenai yang lain-lain, ada sejumlah menteri yang memang tidak hadir dan kami belum mendapatkan konfirmasi. Tentu ada tugas lain, termasuk Pak Saifullah Yusuf mungkin ada kesibukan lain,” ujarnya.
Gus Yahya menegaskan, ketidakhadiran sejumlah tokoh dalam peringatan Harlah 100 Tahun NU tidak akan memengaruhi jalannya roda organisasi ke depan. Ia memastikan PBNU tetap fokus menjalankan mandat organisasi.
“Yang jelas, sesudah ini semua proses-proses organisasi akan terus kita jalankan sebagaimana mestinya untuk sampai kepada penuntasan amanah dan mandat dari Muktamar Lampung tahun 2021 yang lalu,” pungkasnya. (Z-10)
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menilai keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace yang diinisiasi Amerika Serikat sebagai langkah tepat.
Ia juga memastikan bahwa PBNU secara organisasi tidak terlibat dalam kasus yang melibatkan Eks Menag Yaqut.
Gus Yahya menghadiri dan mengawal langsung rangkaian kegiatan Napak Tilas Jejak Restu Pendirian NU yang menempuh rute Bangkalan-Jombang
PBNU menjadi mitra strategis pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka dalam mengawal program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyatakan seluruh persoalan internal PBNU telah selesai.
Presiden Prabowo Subianto batal menghadiri puncak Harlah 100 Tahun NU meski persiapan kepresidenan telah dilakukan. PBNU menyebut pembatalan terjadi di saat terakhir karena tugas negara.
Ratusan jemaah memadati Lapangan Bahrus Syafa'ah Jombang Rawa Lele, Tangerang Selatan untuk menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-13 Pondok Pesantren Safinatul Qodiri.
Peringatan Harlah ke-12 Pondok Pesantren (Ponpes) Safinatul Qodiri yang berada di Jombang Rawalele, Kota Tangerang Selatan, Banten, dihadiri ribuan jamaah dan santri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved