Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto batal menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Masehi Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1), meski persiapan kehadiran telah dilakukan sejak jauh hari.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan perangkat kepresidenan untuk menyambut kehadiran Prabowo. Mulai dari pengamanan hingga protokol istana disebut sudah disiapkan secara teknis.
“Sejak kemarin sebenarnya sudah ada koordinasi dengan berbagai perangkat kepresidenan, seperti Paspampres, protokol istana, dan lain-lain. Hal-hal teknis untuk kehadiran beliau sudah dilakukan,” kata Gus Yahya di lokasi acara, Sabtu (31/1).
Namun, di saat-saat terakhir, Presiden Prabowo dipastikan tidak dapat hadir. Gus Yahya menyebut pembatalan tersebut berkaitan dengan agenda kenegaraan yang tidak bisa ditinggalkan.
“Memang pada saat terakhir beliau berhalangan karena ada tugas lain. Kami mendengar ada beberapa tugas negara, termasuk terkait tamu-tamu negara yang hadir hari ini,” ujarnya.
Absennya Prabowo dalam momentum bersejarah satu abad NU itu kemudian digantikan oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, yang hadir memberikan sambutan dan amanat kepada ribuan warga Nahdliyin yang memadati Istora Senayan.
“Alhamdulillah Ketua MPR RI hadir dan kami mintakan sambutan serta amanat beliau dalam resepsi Harlah ini,” pungkas Gus Yahya. (Z_10)
Prabowo menekankan program tersebut merupakan keputusan langsung dari pemerintah yang harus segera direalisasikan.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran pengelola Danantara Indonesia agar tidak cepat puas dengan capaian kinerja pada tahun pertama operasional lembaga tersebut.
Menurutnya, secara teori manajemen pun tidak ada sistem yang mampu mengelola jumlah entitas sebesar itu dalam satu kendali.
Pengikut salah satu blok hanya akan menjadikan sumber daya kita sebagai bahan bakar bagi kemajuan negara lain.
Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat menjaga persatuan di tengah situasi global yang dinilai semakin tidak menentu.
Menurutnya, kekuasaan juga merupakan tugas untuk menjaga kesejahteraan rakyat dan memastikan keadilan dirasakan seluruh masyarakat.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas dan kekuatan bangsa.
Ketidakhadiran sejumlah tokoh penting dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Masehi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Istora Senayan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved