Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas dan kekuatan bangsa. Menurutnya, negara sangat membutuhkan NU yang kuat karena kekokohan organisasi tersebut akan berbanding lurus dengan kekuatan Indonesia.
“Negara perlu NU yang kuat. Kenapa negara perlu NU kuat? Karena kalau NU kuat, Indonesia akan kuat,” ujar Muzani dalam peringatan Harlah 100 Tahun NU di Jakarta, Sabtu (31/1).
Muzani menjelaskan, kekuatan NU tidak hanya diukur dari soliditas organisasi, tetapi juga harus tercermin dalam kesejahteraan jamaahnya di tingkat akar rumput. Ia menekankan bahwa aspek ekonomi, kesehatan, dan ketersediaan lapangan kerja menjadi fondasi penting bagi ketangguhan warga Nahdliyin.
“NU kuat itu apabila jamaahnya sehat, kenyang, punya pekerjaan, dan kehidupannya sejahtera. Dompetnya tebal,” tegasnya.
Selain itu, Muzani juga menyoroti kontribusi besar para kiai NU dalam menjaga mental dan spiritual masyarakat, terutama saat bangsa menghadapi berbagai bencana di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, para kiai selalu hadir untuk menenangkan umat agar tetap sabar dan tawakal.
“Doa-doa para kiai dipanjatkan melalui istighosah, yasinan, tahlilan, zikir, dan salawatan. Barangkali itulah yang membuat kita tetap kuat dan bersatu menghadapi berbagai ujian,” katanya.
Ia menilai bangsa Indonesia memiliki utang besar kepada NU atas peran konsisten organisasi tersebut dalam menjaga persatuan dan ketahanan sosial masyarakat.
Lebih lanjut, Muzani berpesan kepada seluruh pengurus, santri, dan warga NU agar tidak pernah lelah mengabdi kepada bangsa dan negara, meski pengabdian tersebut kerap disertai kritik maupun pujian.
“NU tidak perlu mencari pujian dan tidak perlu takut pada makian. Yang terpenting adalah rida Allah SWT dalam terus mengabdi kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.
Ketidakhadiran sejumlah tokoh penting dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Masehi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Istora Senayan.
Presiden Prabowo Subianto batal menghadiri puncak Harlah 100 Tahun NU meski persiapan kepresidenan telah dilakukan. PBNU menyebut pembatalan terjadi di saat terakhir karena tugas negara.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan untuk mengakselerasi upaya penguatan sektor kebudayaan nasional.
KETUA MPR RI Ahmad Muzani bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau kios pupuk bersubsidi di Kabupaten Jember, Jawa Timur (1/11).
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai tragedi runtuhnya musala di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, harus menjadi pelajaran pentingĀ agar tidak terulang.
KETUA MPR RI menilai pembacaan teks proklamasi oleh Presiden Prabowo Subianto saat upacara peringatan HUT ke-80 RI sebagai bagian dari tradisi yang baru dan patut diapresiasi.
Berikut isi pidato lengkap Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam sidang tahunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved