Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERINGATAN Harlah ke-12 Pondok Pesantren (Ponpes) Safinatul Qodiri yang berada di Jombang Rawalele, Kota Tangerang Selatan, Banten, dihadiri ribuan jamaah dan santri pada Minggu (26/1) lalu yang bertepatan dengan malam 27 Rojab 1446H.
Pendiri sekaligus pengasuh Ponpes Safinatul Qodiri, Kyai Habib Umar Bin Abdul Hadi Al As'Ary Jumat (31/1) bersyukur karena perayaan harlah ponpes dapat dilaksanakan dengan sangat meriah dan berhasil melibatkan santri, serta seluruh warga Jombang Rawalele dalam pelaksanaannya.
"Kami mengucapkan syukur dan terima kasih, sebesar-besarnya kepada semua jamaah yang ikhlas membantu terselenggaranya acara harlah yang ke-12 ini, sehingga sukses digelar dengan meriah. Senantiasa kebaikan mereka akan dibalas oleh Allah Subhanahuwata'ala, Amiin," tutur Kyai Habib Umar Bin Abdul Hadi Al As'Ary.
Ketua Yayasan Ponpes Safinatul Qodiri Aminuddin menambahkan, peringatan harlah Safinatul Qodiri yang ke-12 ini, merupakan perayaan hari lahir yang paling meriah, dibandingkan perayaan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini harlah digelar sejak pagi hari, hingga dini hari yang diisi oleh berbagai pertunjukan seni tradisional, salawat manaqib serta ceramah dari para kyai besar Indonesia.
"Alhamdulillah, kegiatan hari ulang tahun atau hari lahir Pondok Pesantren Safinatul Qodiri yang ke-12 ini sudah dibuka dan berjalan lancar. Kalau seperti manusia umur 12 tahun masih umur yang cukup muda," ucap Aminuddin.
Aminuddin berharap, kegiatan ini merupakan tonggak perjalanan Ponpes Safinatul Qodiri dari tahun ke tahun yang selalu ada peningkatan dan kemajuan bersama-sama dukungan santri, dukungan jamaah dan seluruh pihak masyarakat Rawalele, khususnya dan donatur-donatur di mana pun berada yang bersama-sama membesarkan pondok pesantren ini. "Kegiatan harlah tahun ini secara umum tidak ada perbedaan yang signifikan dengan kegiatan tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya.
Menurut Aminuddin, dilihat dari rangkaian acaranya yang diadakan mulai dari qiroatil Quran, kegiatan pentas seni, dan pencak silat dari paguyuban pencak silat khususnya di Tangerang Selatan. Juga ada kegiatan seni dari teman-teman niaga atau dalang, lalu kegiatan seni budaya. Di luar itu kegiatan pengajian dan istigasah, ada dzikir manaqib Syekh Abdul Qodir Aljaelani, lalu penyampaian nasehat-nasehat dari guru-guru ada Kyai Habib Umar, Gus Naja dan lainnya.
"Sebagai wakil atau pengurus di Safinatul Qodiri, kami punya harapan dan ini saya kira juga harapan semua jamaah keluarga besar Ponpes Safinatul Qodiri, agar ke depannya kegiatan ini akan semakin semarak, yang hadir akan semakin banyak. Dan yang berkontribusi juga semakin banyak dalam bentuknya," tambah Aminuddin. (N-2)
Ketidakhadiran sejumlah tokoh penting dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Masehi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Istora Senayan.
Presiden Prabowo Subianto batal menghadiri puncak Harlah 100 Tahun NU meski persiapan kepresidenan telah dilakukan. PBNU menyebut pembatalan terjadi di saat terakhir karena tugas negara.
Ratusan jemaah memadati Lapangan Bahrus Syafa'ah Jombang Rawa Lele, Tangerang Selatan untuk menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-13 Pondok Pesantren Safinatul Qodiri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved