Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Di Malang, Presiden Prabowo Apresiasi NU sebagai Pilar Utama Keutuhan NKRI

 Gana Buana
08/2/2026 14:56
Di Malang, Presiden Prabowo Apresiasi NU sebagai Pilar Utama Keutuhan NKRI
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam acara peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang.(Dok. Pemprov Jatim)

PRESIDEN Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menghadiri puncak peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) dalam rangkaian Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2).

Kegiatan akbar yang berlangsung selama dua hari, 7-8 Februari 2026, diikuti puluhan ribu warga Nahdliyin dari berbagai daerah. Mujahadah diisi doa bersama, dzikir, serta refleksi kebangsaan dengan tema, 'Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, dan Kontribusi dalam Mengembangkan Peradaban'.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa NU merupakan salah satu kekuatan utama bangsa dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“NU selalu menjaga persatuan. Jika negara dalam bahaya, NU selalu tampil bagi bangsa Indonesia,” tegas Prabowo, dalam keterangan yang diterima, Minggu (8/2).

Presiden juga mengapresiasi konsistensi NU dalam merawat kerukunan antarumat beragama dan meneguhkan toleransi sebagai nilai kebangsaan.

“NU diharapkan terus memberi contoh toleransi. Saya yakin NU akan terus menjaga bangsa dan seluruh umat beragama tanpa pandang bulu sesuai cita-cita para pendiri bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa NU selama ini menjadi penyejuk sekaligus garda terdepan dalam menjaga stabilitas nasional.

Senada dengan Presiden, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa NU telah membuktikan diri sebagai organisasi keagamaan sekaligus kebangsaan yang mampu bertahan, relevan, dan terus memberi kontribusi nyata selama satu abad perjalanan Indonesia.

“NU mengedepankan Islam moderasi, Islam wasathiyah, yang menjaga toleransi, tradisi kenusantaraan, dan turut mengembangkan peradaban lewat lembaga pendidikan,” katanya.

Khofifah menyoroti kekuatan NU melalui jaringan pesantren yang luas di seluruh Indonesia, yang tidak hanya menjadi pusat keilmuan Islam tetapi juga ruang pembentukan karakter umat.

“Pesantren-pesantren menjadi tempat bertumbuh, mengembangkan peradaban, serta membekali pribadi-pribadi dengan ilmu pengetahuan dan ilmu agama,” jelasnya.

Menurut Khofifah, di usia satu abad NU telah tumbuh menjadi rumah besar umat yang mengayomi masyarakat lintas latar belakang, sekaligus perekat keberagaman Indonesia.

“Ibarat rumah, NU adalah rumah besar yang kokoh, penuh toleransi, memberi keteduhan dan kenyamanan,” ujarnya.

Sebagai Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah menegaskan bahwa NU kini berada pada fase strategis untuk merawat sekaligus melanjutkan warisan perjuangan para pendirinya.

“NU menjadi wadah kekuatan besar dan strategis bagi bangsa Indonesia,” ucapnya.

Ia menegaskan pula bahwa NU sejak didirikan tahun 1926 tidak diperuntukkan bagi kelompok tertentu, melainkan menjadi rumah besar umat Islam Indonesia secara keseluruhan.

“NU bukan hanya untuk kelompok tertentu, tetapi rumah umat Islam secara keseluruhan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) menyampaikan terima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan Mujahadah Kubro ini, termasuk masyarakat lintas agama di Kota Malang.

“Sekolah-sekolah sekitar stadion, bahkan pengurus gereja, dengan penuh kearifan bersedia menyesuaikan jadwal kegiatan demi kelancaran Mujahadah ini,” ungkapnya.

Atas nama warga NU Jawa Timur, Gus Kikin juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Malang apabila terdapat ketidaknyamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Malang dan mohon maaf apabila ada gangguan aktivitas selama beberapa hari ini,” pungkasnya. (RO/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya