Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Gus Yahya Ingatkan Presiden Prabowo terkait Board of Peace

Putri Rosmalia Octaviyani
03/2/2026 23:10
Gus Yahya Ingatkan Presiden Prabowo terkait Board of Peace
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (kiri).(Dok. Antara)

KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan pesan mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto. Pesan tersebut menekankan agar setiap kebijakan luar negeri yang diambil Indonesia melalu Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza inisiatif Donald Trump tidak terbawa arus diplomasi yang berpotensi merugikan rakyat Palestina.

Pernyataan ini muncul usai pertemuan strategis antara Presiden Prabowo dengan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas Islam) dan para kiai di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (3/2/2026). Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 16 ormas Islam serta tokoh pesantren dari berbagai wilayah di Indonesia.

Menjaga Prinsip di Tengah Inisiatif Internasional

Gus Yahya mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memberikan penjelasan mendalam mengenai berbagai upaya Indonesia dalam membantu perjuangan Palestina. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah keterlibatan Indonesia dalam inisiatif Board of Peace yang digagas oleh Amerika Serikat.

Prabowo menjelaskan bahwa langkah-langkah yang diambil bersifat realistis dan didasarkan pada kondisi serta peluang terkini. Tujuannya adalah agar kontribusi Indonesia memiliki dampak nyata dan konkret bagi warga Palestina. Namun, Gus Yahya memberikan catatan penting agar kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama.

Konsolidasi Negara Islam dan Timur Tengah

Gus Yahya menekankan pentingnya konsolidasi antara Indonesia dengan negara-negara Islam dan Timur Tengah yang juga tergabung dalam Board of Peace. Konsolidasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa dewan tersebut benar-benar menjadi alat perjuangan yang membela kepentingan Palestina, bukan sebaliknya.

"Kami memahami semua yang dijelaskan oleh Pak Presiden dengan menitipkan pesan agar tidak mudah untuk terbawa arus yang mungkin nantinya justru merugikan Palestina, merugikan rakyat Palestina," ujar Gus Yahya di Kompleks Istana Kepresidenan.

Menurutnya, motivasi utama partisipasi dalam dewan tersebut harus tetap berorientasi pada langkah yang terkonsolidasi di antara negara-negara yang memiliki visi membela dan membantu Palestina.

Komitmen untuk Gaza dan Tepi Barat

Presiden Prabowo ditegaskan kembali memegang prinsip yang tidak dapat ditawar dalam menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina. Fokus bantuan saat ini tidak hanya tertuju pada warga di Jalur Gaza yang tengah mengalami krisis hebat, tetapi juga akan diperluas mencakup masyarakat di Tepi Barat.

Gus Yahya menambahkan bahwa Presiden telah menyatakan seluruh langkah Indonesia akan dijalankan dengan kewaspadaan penuh. Hal ini dilakukan guna memastikan setiap ikhtiar yang dilakukan pemerintah benar-benar sampai kepada rakyat Palestina secara luas dan memberikan perubahan signifikan bagi kedaulatan mereka.

"Presiden mengatakan bahwa semua akan dilakukan dengan kewaspadaan, dengan prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar untuk menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina, khususnya di Gaza, tetapi juga nanti akan dikembangkan dalam ikhtiar-ikhtiar yang lebih luas sampai kepada rakyat Palestina yang ada di Tepi Barat," pungkasnya. (Ant/H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya