Headline

Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.

Strategi Hemat Energi Saat Mudik: Perhatikan Gaya Mengemudi hingga Kondisi Ban

Basuki Eka Purnama
16/3/2026 09:03
Strategi Hemat Energi Saat Mudik: Perhatikan Gaya Mengemudi hingga Kondisi Ban
Ilustrasi--Kendaraan terjebak kemacetan di jalur satu arah atau one way Tol Cikopo-Palimanan, Karawang KM 75, Jawa Barat, Minggu (14/4/2024).(ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

PERJALANAN mudik Lebaran yang menempuh jarak jauh menuntut efisiensi tinggi, tidak hanya bagi stamina pengemudi tetapi juga konsumsi energi kendaraan. 

Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menekankan bahwa penghematan energi dapat dicapai dengan menekan energi yang terbuang dari tiga faktor utama: gaya mengemudi, kondisi kendaraan, dan beban muatan.

Hindari Gaya Mengemudi Agresif

Salah satu penyebab utama borosnya bahan bakar adalah perilaku pengemudi di jalan raya. 

Menurut Yannes, mengemudi terlalu cepat serta sering melakukan akselerasi dan pengereman mendadak secara signifikan akan menguras energi kendaraan. Kondisi lalu lintas yang tidak diantisipasi, seperti pola stop-and-go, juga memperburuk efisiensi.

“Gaya mengemudi agresif dapat menurunkan efisiensi BBM sekitar 15%-30% di jalan tol dan 10%-40% pada kondisi lalu lintas padat,” ujar Yannes, dikutip Senin (16/3).

Untuk menyiasatinya, pengemudi dianjurkan menjaga kecepatan tetap konstan dan melakukan akselerasi secara bertahap. 

Jika kendaraan memiliki fitur cruise control, fitur ini sangat disarankan untuk digunakan guna menjaga kestabilan kecepatan di jalan bebas hambatan.

Pentingnya Kondisi Ban dan Perawatan Mesin

Selain perilaku pengemudi, aspek teknis kendaraan memegang peranan vital. Sebelum berangkat, pastikan kendaraan telah menjalani servis berkala, penggantian oli sesuai jadwal, serta pembersihan filter udara agar performa mesin tetap optimal.

Hal yang sering terlupakan namun berdampak besar adalah tekanan ban. Yannes menjelaskan bahwa tekanan ban yang kurang akan meningkatkan rolling resistance atau hambatan gulir. 

Hambatan ini muncul karena ban mengalami deformasi (perubahan bentuk) saat menyentuh jalan, yang kemudian membuang sebagian energi menjadi panas.

"Tekanan ban yang kurang dapat meningkatkan rolling resistance sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros," jelasnya. 

Oleh karena itu, pastikan tekanan ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan saat kondisi ban masih dingin.

Perencanaan Rute dan Manajemen Beban

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah manajemen beban dan perencanaan rute. Pengemudi disarankan untuk membawa barang seperlunya saja. Setiap beban tambahan akan memaksa mesin bekerja lebih keras.

“Terakhir, kurangi beban bawaan tidak perlu di bagasi, hindari penggunaan roof rack kosong yang meningkatkan hambatan kendaraan,” pungkas Yannes.

Dengan merencanakan waktu keberangkatan dan rute yang tepat untuk menghindari kemacetan panjang, serta menjaga ritme berkendara yang stabil, pemudik tidak hanya sampai ke tujuan dengan lebih aman, tetapi juga lebih hemat kantong. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya