Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERJALANAN mudik Lebaran yang menempuh jarak jauh menuntut efisiensi tinggi, tidak hanya bagi stamina pengemudi tetapi juga konsumsi energi kendaraan.
Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menekankan bahwa penghematan energi dapat dicapai dengan menekan energi yang terbuang dari tiga faktor utama: gaya mengemudi, kondisi kendaraan, dan beban muatan.
Salah satu penyebab utama borosnya bahan bakar adalah perilaku pengemudi di jalan raya.
Menurut Yannes, mengemudi terlalu cepat serta sering melakukan akselerasi dan pengereman mendadak secara signifikan akan menguras energi kendaraan. Kondisi lalu lintas yang tidak diantisipasi, seperti pola stop-and-go, juga memperburuk efisiensi.
“Gaya mengemudi agresif dapat menurunkan efisiensi BBM sekitar 15%-30% di jalan tol dan 10%-40% pada kondisi lalu lintas padat,” ujar Yannes, dikutip Senin (16/3).
Untuk menyiasatinya, pengemudi dianjurkan menjaga kecepatan tetap konstan dan melakukan akselerasi secara bertahap.
Jika kendaraan memiliki fitur cruise control, fitur ini sangat disarankan untuk digunakan guna menjaga kestabilan kecepatan di jalan bebas hambatan.
Selain perilaku pengemudi, aspek teknis kendaraan memegang peranan vital. Sebelum berangkat, pastikan kendaraan telah menjalani servis berkala, penggantian oli sesuai jadwal, serta pembersihan filter udara agar performa mesin tetap optimal.
Hal yang sering terlupakan namun berdampak besar adalah tekanan ban. Yannes menjelaskan bahwa tekanan ban yang kurang akan meningkatkan rolling resistance atau hambatan gulir.
Hambatan ini muncul karena ban mengalami deformasi (perubahan bentuk) saat menyentuh jalan, yang kemudian membuang sebagian energi menjadi panas.
"Tekanan ban yang kurang dapat meningkatkan rolling resistance sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros," jelasnya.
Oleh karena itu, pastikan tekanan ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan saat kondisi ban masih dingin.
Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah manajemen beban dan perencanaan rute. Pengemudi disarankan untuk membawa barang seperlunya saja. Setiap beban tambahan akan memaksa mesin bekerja lebih keras.
“Terakhir, kurangi beban bawaan tidak perlu di bagasi, hindari penggunaan roof rack kosong yang meningkatkan hambatan kendaraan,” pungkas Yannes.
Dengan merencanakan waktu keberangkatan dan rute yang tepat untuk menghindari kemacetan panjang, serta menjaga ritme berkendara yang stabil, pemudik tidak hanya sampai ke tujuan dengan lebih aman, tetapi juga lebih hemat kantong. (Ant/Z-1)
Tingginya angka kunjungan ini mengukuhkan situs warisan budaya sebagai pilihan utama keluarga untuk berekreasi sekaligus mengedukasi diri.
DI tengah ritme kehidupan yang semakin cepat, menjaga kualitas interaksi dalam keluarga menjadi tantangan tersendiri.
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
MOMENTUM libur Idulfitri 1447 H menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Sebagai salah satu pilar penting dalam akuisisi pengetahuan, kegiatan membaca perlu dipromosikan kepada segenap masyarakat dalam pelbagai kesempatan.
KETIKA jalan-jalan sepanjang koridor yang menghubungkan kota-desa makin ramai, bahkan macet, sementara kota-kota besar mulai ditinggal penduduknya, maka itulah momen mudik Lebaran.
BANDARA Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tercatat melayani hingga 595 ribu pergerakan penumpang selama 10 hari berjalannya Posko Angkutan Lebaran 2026/1447 H.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved