Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

PIS Turunkan Emisi 116 Ribu Ton CO2e di 2025 berkat Pelayaran Hijau

Putri Anisa Yuliani
31/1/2026 01:20
PIS Turunkan Emisi 116 Ribu Ton CO2e di 2025 berkat Pelayaran Hijau
Ilustrasi(Antara)

Upaya efisiensi operasional di sektor pelayaran mulai menghasilkan dampak nyata bagi kinerja lingkungan. PT Pertamina International Shipping (PIS) melaporkan penurunan emisi karbon mencapai 116.761 ton CO2e sepanjang 2025 melalui optimalisasi armada dan penerapan strategi pelayaran hijau.

Sebagian besar pengurangan emisi berasal dari strategi speed optimization atau pengaturan kecepatan kapal. Pendekatan ini menyumbang sekitar 78.500 ton CO2e, setara 67% dari total penurunan emisi. Pengaturan kecepatan dinilai mampu menekan konsumsi bahan bakar secara signifikan tanpa mengurangi keandalan distribusi energi, khususnya pada jalur logistik utama energi nasional.

Kontribusi penting lainnya datang dari modernisasi armada. Sejumlah kapal mencatat penurunan emisi cukup besar, di antaranya Pertamina Prime sebesar 37.596 ton CO2e, Pertamina Pride 24.969 ton CO2e, dan Pertamina Halmahera 15.407 ton CO2e. Pembaruan teknologi dan peningkatan efisiensi mesin menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menekan biaya sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Pjs. Corporate Secretary PIS Vega Pita menegaskan bahwa transformasi operasional menjadi kunci menjaga keseimbangan antara ketahanan energi dan keberlanjutan.

“PIS berkomitmen mendorong transformasi industri maritim menuju pelayaran hijau yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.

Selain fokus pada armada, PIS juga menjalankan inisiatif lingkungan berbasis blue carbon. Sepanjang 2025, perusahaan menanam 38.000 mangrove, 3.200 lamun, serta 2.635 fragmen terumbu karang untuk mendukung pemulihan ekosistem pesisir. Program konservasi turut mencakup penandaan hiu paus di perairan Kepulauan Derawan, dengan tujuh individu telah ditandai dan 207 ekor terpantau dalam dua tahun terakhir.

Dari sisi sosial dan pengembangan SDM, PIS memperkuat budaya keselamatan dan inklusivitas melalui komunitas PERTIWI. Perusahaan menargetkan keterwakilan perempuan di posisi kepemimpinan mencapai 30% pada 2034. Program pengembangan talenta seperti Next Wave, Navigator, dan AcademySEA juga disiapkan untuk mencetak pemimpin maritim masa depan.

Komitmen keberlanjutan diperluas ke masyarakat pesisir melalui program OceanLiteraSEA dan Desa Energi Berdikari yang berjalan di wilayah terpencil sejak 2024. Di bidang kesehatan, kolaborasi dengan Yayasan Dokter Peduli menghadirkan layanan Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II di Raja Ampat, yang telah melayani lebih dari 4.000 pasien dalam empat bulan.

Efisiensi juga diterapkan di internal perusahaan lewat Uniform Recycling Program. Sepanjang 2025, 116 karyawan mengumpulkan 668 seragam bekas untuk didaur ulang, yang berkontribusi menekan emisi sekitar 407 kilogram CO2e. Vega menekankan bahwa keberlanjutan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis perusahaan.

“Bagi PIS, energi adalah denyut kehidupan, dan keberlanjutan menjadi fondasi agar denyut itu terus berjalan,” tutupnya.

Langkah-langkah ini menunjukkan bagaimana efisiensi operasional dapat berjalan beriringan dengan agenda keberlanjutan, sekaligus memperkuat daya saing pelayaran nasional di tengah tuntutan transisi energi global. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya